• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

26 Warga Diamankan Polisi Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

20 May
09:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banyuwangi : Menjelang pengesahan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 22 Mei 2019 mendatang, aparat kepolisian mulai memperketat keamanan disejumlah wilayah, termasuk di Banyuwangi. Dalam pengamanan tersebut, Polres Banyuwangi menggelar sweeping di pelabuhan ASDP Ketapang, dan mengamankan 26 orang mencurigakan, yang diduga akan menghadiri aksi 22 Mei di Jakarta Senin (19/5/2019), .

Puluhan warga yang terjaring dalam razia tersebut berasal dari Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diamankan petugas di dalam bis umum  Lorena B 7116 PGA, jurusan Denpasar - Jakarta, dipintu keluar pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Ketapang Banyuwangi.  

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengatakan, puluhan warga diamankan petugas gabungan dari TNI dan Polri karena mereka tidak jelas mau apa ke Jakarta, sehingga petugas kepolisian membawa mereka ke Mapolres Banyuwangi untuk diperiksa.

"Mereka kita amankan di pelabuhan ASDP Ketapang, karena ketika kami tanya kenapa ke Jakarta, jawabnya berubah-ubah, satu jawab mau kerja di kapal, satu jawab tidak tahu dan koordinatornya juga berbelit-belit," ujar KapolresTaufik Herdiansah Zeinardi, Senin (20/5/2019).

Baca Juga : Tawarkan 'Tour Jihad to Jakarta' Empat Orang Diamankan Polda Jatim 

Aksi sweeping yang dilakukan mulai Minggu (19/5/2019) pukul 22.00 WIB sampai dini hari tersebut, menyasar beberapa titik mulai dari pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, stasiun kereta Banyuwangi Baru dan beberapa titik perbatasan Banyuwangi-Situbondo.

"Razia Gabungan ini kita bukan bermaksud menakut-nakuti masyarakat, namun demi menjaga stabilitas negara, dan kami persilahkan masyarakat memberikan aspirasi di Jakarta,  tapi tidak boleh anarkis dan membawa sajam," ungkap Kapolres Taufik. 

Dalam razia Gabungan tersebut Polres Banyuwangi, juga melibatkan anjing pelacak, untuk mengendus barang berbahaya yang dimungkinkan dibawa oleh penumpang, seperti penyelundupan bahan peledak, senjata tajam dan miras tradisional sejenis arak. 

Sebelum menggelar sweping, Polres Banyuwangi sudah menggelar pertemuan dengan sejumah tokoh agama dan pondok pesantren di Banyuwangi, yang dilakukan untuk mencegah secara persuasif masyarakat yang akan mengikuti aksi People Power, yang rencananya akan diselenggrakan pada 22 Mei mendatang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00