• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Malut Tingkatkan Pengamanan Menjelang Pengumuman Hasil Pilpres 22 Mei 2019

20 May
09:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) menjamin keamanan dan kondisi di Provinsi Malut akan tetap aman dan kondusif sebelum memulai pembicaraan presiden dan wakil presiden pada 22 Mei lalu setelah pemilihan serentak 17 April 2019 kemarin.

Hal ini disampaikan Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Suroto melalui Kepala Bidang Humas, AKBP Hendry Badar saat disampaikan Reporter RRI, Senin (20/5/2019).

Hendry menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda tetap melakukan patroli dialogis yang mengacu pada oparasi mantap brata (OMB) baik dengan skala kecil maupun skala besar gabungan dengan TNI yang bersasaran pada beberapa lokasi baik kantor KPU, Bawaslu dan beberapa lokasi lainnya.

“Ini sudah tetap merupakan rangkaian pengamanan yang berjalan samapai pada putusan KPU pada 22 Mei besok,”ungkap Hendry.

Hendry mengemukakan, Polda Malut telah mengingstruksikan kepada seluruh masing-masing Kapolres di wilayah hukum Polda Malut agar melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan sesuai dengan arahan yang bersama-sama dengan TNI.

“Selain kantor KPU dan Bawaslu, kita juga melakukan pengamanan terhadap para Komisoner baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tuturnya.

Selain itu menurut Hendry, Kapolda Malut Brigjen (Pol) Suroto juga berharap kepada masyarakat agar tidak memobilisasi masa baik dari tingkat Kecamatan Ke Kabupaten, Kabupaten ke Provinsi hingga Provinsi ke ibu Kota.

“Hal ini bukan hanya berpengaruh di Jakarta tapi justru berpengaruh sampai ke kita semua,” akunya seraya menyampaikan hormati apa yang menjadi hasil pengumuman dari KPU di 22 Mei besok.

Dari data masing-masing Polres yang diterima Polda Malut kata Hendry, jelang pungumuman hasil suara Pilpres 2019 pada 22 Mei besok, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi adanya mobilisasi masa dari Malut ke ibu kota Jakarta.

Hendry juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang mengacaukan kegiatan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kalau ada yang coba-coba memprovokasi masa yang sifatnya SARA melalui media sosial (medsos) dan lain sebagainya itu akan menjadi tindakan keras kita sesuai peraturan yang berlaku," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00