• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Densus 88 Olah TKP Ungkap Fakta Terduga Teroris di Nanggewer Cibinong Bogor

18 May
19:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Terungkapnya terduga teroris Endang (51) warga Kampung Nanggewer Kaum RT 2 RW 3 Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019) menjadi catatan perjalanan jaringan ISIS pimpinan Abu Hamzah yang menggerakkan sel organisasinya dari Syiria.  Penangkapan Endang, itupun buntut dari tertangkapnya THB pada 13 April lalu di Pemalang Jawa Tengah. 

Usai olah TKP Laboratorium pembuatan bom jenuis TATP milik EN (51) itupun akhirnya diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo terkait adanya  skenario besar yang dimanfaatkan jaringan kelompok tersebutm dengan mencari momentum berkumpulnya massa saat pengumuman hasil pileg dan pilpres pada 22 Mei 2019 di KPU dan Bawaslu RI Jakarta.

Brigjen Pol Dedy mengungkapkan EN memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari pelaku teroris lainnya dalam meracik senyawa kimia  menjadi bahan peledak dengan jenis high explosive.  Bahkan memiliki buku panduan tersendiri untuk mencari dan meracik bahan seperti Nitrogen, urea, sulphur, asetil,potassium, gliserin, paku dan off oil serta peralatan  seperti panci presto dan rice cooker. 

"Ini adalah hasil pengembangan dari Jaringan Ansharut Daulah (JAD) tapi sudah pecah dan membentuk sel sel baru, dan ini EN itu adalah deportir dari Turki saat akan ke Syiria beberapa tahun lalu dan dari sini kita curigai dan ternyata pernah mengikuti Idad di gunung Ciremai Cirebon pada maret 2019 dan kemarin telah terungkap dan dapat di ketahui apabila tersangka ini memiliki laboratorium sendiri dan mengembangkan sendiri", jelas Brigjen Pol Dedy Prasetyo, Sabtu (18/5/2019).

Brigjen Dedy menambahkan EN di ketahui berada pada jaringan JAD Bekasi, bahan dasar peledak yang telah di disposal kan (di musnahkan) diketahui telah disiapkan untuk sedikitnya 6 paket bom siap ledak. Dari hasil pengembangan individu pelaku terduga teroris itupun diketahui EN telah menikah 3 kali dengan memiliki 6 orang anak.  Tim penyidik juga melakukan pendalaman terhadap istri ketiganya yang diduga adalah janda dari para pelaku teror dan memiliki keterkaitan pada jaringan yang sama.

"Semua saling beruntutan dan jika operasi mereka sampai terjadi maka akan menjadi sebuah pesan ke Syiria apabila kelompok jaringan mereka masih eksis dan siap melakukan agenda operasi sesuai dengan atensi dan strategi sosial  jaringan tersebut jadi ini yang kita hentikan", Birgjen Pol Dedy menambahkan.

Sepanjang bulan Mei 2019 ini lebih dari 31 terduga teroris yang diamankan dan diungkap jajaran Kepolsian. Jika ditotal sejak bulan januari 2019 sudah ada 70 lebih pelaku terduga terorisme yang masuk dalam jaringan JAD Bekasi, JAD Lampung, JAD Sibolga, JAD Jateng, Mujahidin Indonesia Timur dan jaringan Rizqi Abu Hamzah di Syiria.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00