• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Cegah DBD, Dinkes Madiun Lakukan 'Fogging'

18 May
13:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madiun : Walikota Madiun, Maidi memimpin langsung kegiatan fogging atau pengasapan di Jalan Wiyata Jaya, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Sabtu (18/5/2019).

Fogging yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) dilakukan menindaklanjuti penyelidikan epidimologi yang telah dilakukan terhadap 20 rumah penderita DBD, beberapa waktu lalu.

Walikota, Maidi mengatakan, fogging yang dilakukan petugas dinkes di Jalan Wiyata Jaya sudah ke 55 kali. Karena itu untuk memberantas DBD, pihaknya meminta masyarakat melalui lurah dan camat melakukan kerja bakti.

"Kalau masyarakat minta di-fogging oke kita fogging, tapi setelah itu lingkungan harus dijaga. Harapan kita ada gerakan kerja bakti bersama. Efek dari fogging itu jentik jadi kebal dan kalau sudah jadi nyamuk dewasa itu tidak pandang bulu," kata Maidi.

Menurut Maidi, saat ini sedang ada pendataan oleh pihak rumah sakit maupun petugas Dinkes melalui kader juru pemantau jentik (Jumantik) di masing-masing kelurahan untuk mengetahui asal perkembangbiakan jentik nyamuk. Dengan begitu harapannya penderita DBD di rumah sakit berkurang.

Sementara itu, Kepala Dinkes dan KB Kota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardhani mengungkapkan, mulai Januari hingga pertengahan Mei ini sudah ada 211 penderita DBD.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidimologi. Jika hasilnya berpotensi ada jentik dan ada penderita yang lain maka sesuai Permenkes No.581 Tahun 1992 harus dilakukan fogging.

"Tapi ya harus di survei dulu. Kalau memang lingkungan itu bersih kenapa harus di fogging, karena ini insektisida. Tidak boleh sembarangan karena akan merusak ekosistem," kata dr. Wardhani.

Dr. Wardhani mengakui, dari 27 kelurahan di Kota Madiun hampir semuanya endemis DBD, sehingga harus dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tidak dapat dipungkiri, di Kota Madiun masih ditemukan sarang nyamuk yang masih terbuka, termasuk botol dan sampah plastik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Menindaklanjuti hal itu, Dinkes dan KB berharap kepada PKK dapat mengurangi sampah plastik.

"Kantong plastik yang terisi air sedikit pun saat hujan itu bisa jadi perindukan nyamuk. Mungkin di dalam rumah sudah bersih, tapi di lingkungan? Ini yang potensi menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk aides aegypti," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00