• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

KONI NTT Kekurangan Biaya untuk Pra PON 2019

17 May
20:07 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kupang : KONI Nusa Tenggara Timur masih membutuhkan anggaran untuk membiayai 14 Cabang Olahraga yang direkomendasikan KONI mengikuti Pra PON 2019.

Ketua KONI Nusa Tenggara Timur Doktor Andreas W. Koreh menuturkan kebutuhan anggaran tersebut dihadapan Anggota KONI dan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga yang mengikuti Rapat Anggota selama dua hari yakni pada 16-17 Mei  2019 di Kota Kupang.

Menurut Andre Koreh, dalam kaitannya dengan persiapan Pra PON 2020 KONI sangat membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Karena saat ini tercatat ada 14 cabang olahraga yang dibiayai KONI NTT untuk mengikuti Pra Kualifikasi PON tahun ini.

Andre Koreh menjelaskan, KONI NTT telah mengusulkan Anggara Pra PON pada 2018 lalu ke Pemerintah senilai Rp.30,3 miliar.

Akan tetapi hingga saat ini, anggara KONI NTT yang tersedia sebesar Rp.5 miliar.

“Dengan dana lima miliar rupiah ini tentunya sulit sekali untuk kita memenuhi kebutuhan empat belas cabang olahraga, sejak pelatda sampai dengan pengiriman atlet ke Pra PON dua puluh tahun 2020,” ungkap Ketua KONI NTT Andre Koreh di Kupang.

“Oleh karena itu, Pengprov cabang olahraga tentu harus pandai-pandai mencari tambahan pembiayaan untuk bisa memenuhi kebutuhan dana. Melihat kebutuhan kita besar, sementara ketersediaan anggaran demikian kecil, maka diforum yang terhormat ini saya ingin menyampaikan harapan, melalui rapat forum anggota yang terhormat ini, merekomendasikan kepada pemerintah untuk dapat memikirkan bagaimana mendapatkan tambahan anggaran,” lanjutnya.

Terkait persiapan Pra PON, Gubernur NTT melalui Asisten Satu Sekda Provinsi Djamaludin Achmad berharap, KONI sebagai payung cabang-cabang olahraga, harus dapat menetapkan skala prioritas pembinaan dan terus berupaya agar dapat meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON 20 Tahun 2020 di Papua.

“Dalam rangka Pekan Olahraga Nasional, PON dua puluh tahun dua ribu dua puluh di Papua, saya berharap agara dapat mempersiapkan diri dengan membina dan melatih atlet dengan menyusun program latihan, sehingga pada saatnya mengikuti PON dua puluh tahun 2019  yang semakin dekat ini, Nusa Tenggara Timur bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin pada PON 20 Tahun 2020 di Papua nantinya,” ungkap Djamaludin  Achmad.

Ketua Panitia Rapat Anggota KONI NTT Mei 2019 Umbu Saga Anakaka dalam laporannya menyampaikan bahwa, rapat KONI tersebut melibatkan Pengurus KONI Provinsi, Utusan dari setiap anggota KONI Kabupaten maupun Kota se-Nusa Tenggara Timur dan undangan lainnya sebagai peninjau.

Sejumlah agenda penting yang dibahas dalam Rapat KONI NTT Mei 2019 adalah, pelaksanaan KONI selama tahun 2018 menyampaikan hasil rapat anggota KONI Pusat, dan menyampaikan kesiapan Pengurus Besar PON 20 Tahun 2020 Papua. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00