• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Talaud

17 May
16:30 2019
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang masa penahanan Bupati Talaud tersangka dalam kasus kasus Tindak Pidana Korupsi Penerimaan hadiah/janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun anggaran 2019.

Selain Bupati Talaud KPK juga perpanjang 2 orang tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Benhur Lalenoh dan Bernard Hanafi Kalalo. Perpanjangan penahanan dilakukan selama 40 hari kesepan terhitung tanggal 20 Mei 2019.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 20 Mei 2019 s/d 28 Juni 2019 untuk 3 tersangka TPK Suap terkait pengadaan barang /jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Jumat (17/5/2019).

Seperti yang diketahui dalam kasus ini KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka. KPK menduga Bupati Kabupaten Talaud Sulawesi Utara Sri Wahyumi Maria Manalip dam Benhur Lalenoh selaku Timses Bupati dan Pengusaha sebagai tersangka penerima suap dalam kasus ini, dan Bernard Hanafi Kalalo selaku Pengusaha yang diduga sebagai tersangka pemberi suap.

Tim KPK mendapatkan informasi adanya pemintaan fee 10% dari Bupati Talaud melalui tersangka Benhur Lalenoh sebagai orang kepercayaan Bupati kepada kontraktor untuk mendapatkan proyek pekerjaan di kabupaten Talaud.

BNL (Benhur Lalenoh) bertugas mencari kontraktor yang dapat mengerjakan proyek dan bersedia memberikan fee 10%.

Benhur Lalenoh kemudian menawarkan kepada tersangka Bernard Hanafi Kalalo proyek di Kabupaten Talaud dan meminta fee 10% Sebagai bagian dari fee 10% tersebut Benhur meminta Bernard memberikan barang-barang mewah kepada Bupati Talaud.

Pada pertengahan april, untuk pertama kalinya Benhur mengajak Bernard untuk diperkenalkan ke bupati Talaud. Beberapa hari kemudian berdasarkan perintah bupati melalui Benhur, Bernard diminta ikut ke Jakarta untuk mengikuti beberapa kegiatan bupati di Jakarta.

Terkait fee yang diharuskan oleh bupati Talaud,  Benhur meminta Bernard memberi barang-barang mewah sebagai bagian dari imbalan sebesar 10%. Barang dan uang yang diberikan diduga terkait dengan 2 proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu: Pasar Lirung dan Pasar Beo.

KPK menduga terdapat proyek-proyek lain yang dibicarakan oleh Benhur yang merupakan orang kepercayaan Bupati.

KPK mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif antara Bupati dengan Benhur atau pihak lain, missal: pembicaraan proyek di Talaud, komunikasi terkait dengan pemilihan merk tas dan ukuran jam yang diminta. 

Sempat dibicarakan permintaan tas bermerk Hermas dan Bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan lain di sana.

Terdapat beberapa barang bukti yang diamankan dalam kasus ini yang bernilai sekitar Rp513.855.000 dengan rincian :
- Handbag CHANNEL, Rp 97.360.000,
- Tas BALENCIAGA, Rp 32.995.000,-
- Jam tangan ROLEX, Rp 224.500.000
- Anting berllan ADELLE Rp 32.075.000
- Cincin berlian ADELLE, Rp 76.925.000
- Uang tunai sebesar Rp 50.000.000,-

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00