• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

RSHS Bandung Siap Layani Pasien Monkeypox

17 May
15:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Penyakit Cacar monyet atau monkeypox saat ini terus mengemuka, dengan ditemukannya seorang warga Nigeria yang sedang
berkunjung ke Singapura pada tanggal 28 April 2019 dinyatakan positif  terinveksi  virus Monkeypox pada tanggal 8 Mei 2019 sehingga pasien beserta 23 kontak orang yang erat dengannya turut dikarantina.

Dengan temuan penyakit monkeypox tersebut, seluruh jajaran kesehatan, rumah sakit dan pelabuhan diminta untuk siap melakukan antisipasi karena jumlah kedatangan kapal dan penerbangan dari Singapura ke Indonesia cukup banyak.

“Untuk itu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung menyiapkan diri dan siap melayani apabila ditemukan pasien suspek Monkeypox, sesuai prosedur dan berpusat pada keselamatan pasien dan petugas,” ungkap Direktur RSHS Bandung 
dr.R.Nina Susana Dewi Skepada wartawan di Lobby RSHS Jalan Dr. Djunjunan Cicendo Kota Bandung, Jum’at (17/5/2019).

Menurut dokter Nina, selain melayani pasien, rumah sakit juga diwajibkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai monkeypox.

“Kami memang sudah mempunyai 1 tim infeksi yang solid dan kuat. Kita setiap hari bekerja non stop 24 jam dengan grup yang luar biasa. Alhamdulillah apabila nanti memang ada pasien kita sudah siap, termasuk sarana dan prasarana seperti ruang isolasi yang berisi 9 tempat tidur,” ujarnya.

Sementara Prof.dr. Oki Suarna SpKK dari Departemen KSM ilmu kesehatan kulit dan kelamin RSHS Bandung menjelaskan, penyakit monkeypox berasal dari Afrika Tengan dan Afrika Barat yang ditularkan oleh hewan pengerat yang mengandung virus monkeypox.

“Sedang penularannya terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau mukosa hewan dan makan daging yang tidak dimasak dengan baik dengan masa inkubasi 5 sanpai 21 hari,” ungkap Oki.

Menurut Profesor Oki, gejala yang timbul pada pasien diantaranya demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bebing, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas, namun penyakit tersebut bisa embuh sendiri.

“Awalnya muncul ruam pada kulit wajah lalu menyebar pada bagiab tubuh lainnya. Ruam itu berkembang dari bintik-bintik merah seperti cacar, melepuh berisu cairan bening, lepuh berisi nanah kemudian mengeras dan membutuhkan waktu tiga minggy sanpai ruam itu menghilang,” ujarnya.

Kasus terberat biasanya terjadi pada anak  dan terparah bila terjadi komplikasi dengan tingkat kematian bervariasi namun kurang dari 10 persen dari kasus yang dilaporkan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00