• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Alumni UI Sebut Kasus Dokter Ani Hasibuan Sebagai Kriminalisasi

17 May
15:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Puluhan alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Indonesia UI memberikan dukungan moril untuk dokter Ani Hasibuan yang kini harus berurusan dengan pihak kepolisian karena pernyataannya mengenai penyebab kematian ratusan petugas penyelenggara pemilu. Mereka menggelar aksi damai di Fakultas Kedokteran UI Salemba Jakarta Pusat.

Salah satu koordinator alumni Hidayat Matnoer meminta kepolisian tidak berlebihan terhadap dr Ani karena yang dilakukannya merupakan kebebasan akademik dan berpendapat serta kebebasan berekspresi. Pernyataan dokter Ani adalah kritik yang membangun agar penyelenggaraan pemilu dimasa mendatang semakin baik.

"Tidak perlu dokter Ani Hasibuan diperiksa, dikriminalisasi. Yang beliau lakukan adalah kritik agar penyelenggaraan pemilu semakin baik. Yang beliau lakukan adalah kebebasan akademik, kebebasan berpendapat dan berekspresi. Yang terjadi dengan dokter Ani adalah ketidakadilan dan pembungkaman kebebasan intelektual," kata Hidayat kepada wartawan disela-sela aksi damai, Jumat (17/5/2019).

Apabila kebebasan berpendapat dilarang maka sebuah kemunduran bagi demokrasi di Indonesia yang telah lama diperjuangkan.  Universitas Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan perkembangan demokrasi di Tanah Air, tidak rela apabila demokrasi mengalami kemunduran dengan dibungkam nya kebebasan menyampaikan pendapat seperti yang dialami oleh dokter Ani.

"Kami tidak mau kebebasan berpendapat kami tersandera. Kami tidak rela apabila demokrasi yang sudah kami bangun dengan susah payah, hilang begitu saja karena kebebasan berpendapat, berekspresi adalah hak setiap orang, hak asasi manusia. Siapapun yang menghalangi akan kami lawan".

Dia mengingatkan kepolisian untuk bekerja secara profesional sesuai dengan koridor hukum dan reformasi. Jika tuntutan agar dokter Ani tidak dikriminalisasi diabaikan maka alumni dan UI akan turun ke jalan. Pihaknya akan menurunkan massa lebih banyak lagi. Tidak menutup kemungkinan peristiwa 1998 bakal terulang di tahun 2019.

"Kami mengimbau kepolisian untuk bekerja sebagaimana agenda reformasi dan demokratisasi. Kami mengimbau aparat bertindak rasional. kriminalisasi terhadap aktivis dan intektual  tidak perlu dilakukan. Kami ingin mengedepankan cara-cara yang persuasif. Jika suara kami tidak diindahkan  suara kami, bisa jadi  2019 akan kami mulai kembali perjuangan rakyat di jalanan. Kami ingatkan pemerintah untuk bergerak dalam dalam koridor demokrasi dan reformasi. Jika tidak, kami siap turun ke jalan seperti tahun 1998" tegasnya. (Sgd 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00