• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mahasiswa Fikes UMP Ciptakan PREJARU

17 May
14:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus melakukan penemuan dan inovasi baru, setelah sebelumnya menciptakan aplikasi kesehatan berbasis islami, kini mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan kembali berhasil membuat alat Phantom Resusitasi Jantung Paru atau yang mereka sebut dengan PERJARU.

Mereka adalah Runi Pramesti Putr, Feni Nofalia Safitri, Sahrul Munir, dan Ari Hermawan.

Ketua tim kelompok mahasiswa pembuat PREJARU, Runi Pramesti Putri mengatakan Cardiac Arrest merupakan penyakit yang mematikan. Sehingga membutuhkan penanganan cepat, tanggap, dan kemampuan penolong yang terlatih.

"Maka tim kami membuat PREJARU (Phantom Resusitasi Jantung Paru) ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat tentang RJP serta pertolongan sejak dini kepada orang henti jantung dan serangan jantung," kata Reni Jumat (17/5/2019).

PREJARU sendiri kata dia merupakan inovasi baru untuk memudahkan masyarakat dalam pertolongan sejak dini cardiac arrest. PREJARU memiliki desain yang menarik, mudah dibawa kemana-mana, simple sesuai dengan bentuk tubuh manusia, dengan bahan yang berkontribusi bagus, berkualitas, dan terjangkau.

PREJARU dibentuk dengan triplek berlapis kemudian ditutup produk kebudayaan lokal yaitu kain batik berbahan katun. Bagian jantung phantom ini terbuat dari busa padat dilapisi kain perlak. Sehingga ketika ditekan busa terasa keras menyerupai jantung manusia dan akan mudah kembali kebentuk semula.

PREJARU ini ditambahkan lampu led berwarna merah dan hijau yang dipasang pada posisi dada kiri atas. Lampu led ini sebagai tanda apakah kompresi sudah benar pada posisi dan tekanan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).

"Harga pemasaran  yang sangat ekonomis dapat memudahkan masyarakat, institusi pendidikan, serta institusi kesehatan  untuk membeli PREJARU sebagai bahan media pembelajaran," ujarnya.

Pihaknya berharap PREJARU ini merupakan phantom yang dapat membantu masyarakat untuk belajar dalam menangani kasus cardiac arrest. Sehingga dapat memberikan pemahaman dan kemampuan kepada masyarakat tentang RJP dan dapat melakukan penolongan sejak dini kepada orang dengan cardiac arrest.

Sementara itu, Dosen UMP yang juga menjadi dosen pembimbing mahasiswa dalam membuat PREJARU, Ns Endiyono SKep MKep mengatakan Cardiac arrest atau henti jantung ditandai dengan penurunan kesadaran, tidak adanya respon saat dipanggil bahkan saat diberi respon nyeri dan disertai tidak adanya nadi dan nafas.

"Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama maka hal ini dapat menimbulkan kematian. Dalam kondisi ini perlu tindakan yang tepat untuk mencegah tejadinya kematian," kata dia.

Penatalaksanaan pada kondisi ini yang paling tepat kata dia yakni dengan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). RJP sendiri merupakan salah satu yang mendasari bantuan hidup dasar dan dapat bervariasi dalam pendekatan optimal terhadap RJP, tergantung pada penolong, korban dan sumber daya yang tersedia.

"Tetapi ada hal-hal mendasar yang tidak mengalami perubahan yaitu bagaimana melakukan RJP segera dan efektif," katanya.

Menurutnya, untuk RJP diawali dengan kompresi dada. Kompresi dada terdiri dari kegiatan penekanan terhadap bagian bawah sternum yang teratur. Penekanan ini menciptakan aliran darah karena adanya peningkatan tekanan intrathorax dan penekanan secara langsung pada jantung.

"Kompresi dada ini menghasilkan aliran darah dan penghantar oksigen ke otot miokardium dan otak. Oleh karena itu, kompresi dada yang efektif sangat penting untuk menciptakan aliran darah selama RJP," katanya.

Untuk menghasilkan kompresi dada yang efektif, perlu dilakukan penekanan yang keras dan cepat. Kecepatan yang digunakan adalah 100-120 kali per menit dengan kedalaman 5-6 cm dan harus dibiarkan dada recoil secara sempurna setelah kompresi dada.

Hal itu untuk menghasilkan pengisian jantung secara lengkap sebelum kompresi dada berikutnya. Penolong juga harus meminimalkan interupsi terhadap kompresi dada untuk memaksimalkan jumlah kompresi yang diberikan permenitnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00