• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Hipertensi Merupakan Silent Killer

17 May
12:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Setiap tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia, tahun ini mengangkat tema “Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK”.  Diharapkan agar masyarakat dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. 

Di Indonesia, Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi  dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

"Mendorong masyarakat untuk lebih aware terhadap penyakit ini penyakit hipertensi ini kadang-kadang tanpa gejala ia merupakan silent killer ada orang yang tensinya itu  tekanan darahnya itu, sudah lebih dari 140/160 bahkan itu tidak merasa punya keluhan apa-apa sehingga merasa dirinya baik-baik saja. Ketika kita minta untuk berobat dia jawab saya punya keluhan tapi tensi nya sudah lebih dari 140, yang disarankan untuk segera mendapatkan pengobatan hal-hal yang seperti ini," tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Cut Putri Arianie di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (17/5/2019).

"Karena dia penyakit silent killer jadi memang butuh perhatian lebih dari masyarakat faktor risiko lain untuk hipertensi apa yang utama adalah merokok. Kita tahu merokok itu berbahaya tapi kita masih juga melakukan, karena merubah perilaku ini tentu tidak mudah," tambahnya.

Pentingnya mengonsumi asupan yang cukup memang menjadi kunci penting dalam situasi ini. Terkadang masyarakat lupa sehingga melewati batasan itu dengan makanan-makanan lain yang tidak diketahui kadar garam yang terkandung di dalamnya. Apalagi faktor risiko lainnya. 

"Faktor risiko ini ada yang bisa dirubah ada yang nggak bisa, yang tidak bisa diintervensi atau dirubah itu yang terkait dengan usia kemudian genetik kemudian jenis kelamin lalu di beberapa negara itu ada yang terkait dengan ras dan etnis," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00