• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Kabupaten Majalengka Jadi Prioritas Stunting dengan 708 Kasus

16 May
21:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Majalengka : Kabupaten Majalengka merupakan satu dari 60 kabupaten/ kota prioritas stunting tahun 2019 dengan kasus stunting sebanyak 708.

Bupati Majalengka mengatakan, diwilayahnya terdapat sepuluh desa yang masuk kasus stunting, diantaranya desa  Cisambeng, Karamat, Majasari, Sindanghurip, Buniwangi, Cisoka, Kertahayu, Sutawangi, Kepuh, serta Liangjuang.

"Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung Kemenkominfo untuk menurunkan kasus stunting. Pemerintah juga tidak ingin sumber daya manusia ini mundur sebelum pertandingan global karena kalah kompetisi akibat stunting," ungkap Bupati Majalengka saat membuka kegiatan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat ( Genbest)  dalam rangka penurunun Prevalansi Stunting tahun 2019  di Gedung Graha Sindangkasih, Kamis malam (16/05/2019).

Kegiatan forum sosialisasi tersebut diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam rangka penurunan prevalensi stunting bagi remaja milenial.

Menurut Kasi Kesehatan dan Pengembangan Budaya Kementrian Kominfo RI Susi Sulastri, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin hingga anak berusia 24 bulan.

"Untuk itu, pemerintah melakukan intervensi dalam dua skema, pertama, intervensi spesifik atau gizi dengan melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, suplementasi gizi, pemberian tablet tambah darah serta konsultasi. Kedua, intervensi sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi, sosialisasi dan sebagainya," jelas Susi Sulastri.

Disebutkan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting, dari 37,2% (Riskedas, 2013) menjadi 30,8% (Riskedas, 2018).  Meski turun signifikan, angka tersebut masih tinggi, karena masih ada tiga dari sepuluh balita stunting di Indonesia.

"Namun, kami optimis angkanya semakin turun karena ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting," ujarnya.

Diharapkan melalui kegiatan forum sosialisasi stunting tersebut bisa mencegah munculnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak kompeten ketika menghadapi era globalisasi.



  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00