• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Tak Miliki Sertifikat BPOM, Ribuan Botol Jamu Disita Polisi

16 May
21:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Masyarakat harus berhati hati ketika akan mengkonsumsi jamu, karena masih adanya peredaran jamu ilegal tanpa ijin, yang dikhawatirkan berbahaya jika dikonsumsi. 

Seperti yang dilakukan petugas dari Polrestabes Surabaya, yang menggagalkan upaya peredaran minuman jamu ilegal yang akan dikirim ke wilayah Tapal Kuda dan Madura, Jawa Timur. 

Dua mobil pikap yang membawa ribuan botol jamu, dihadang saat polisi menggelar razia lalu lintas, di Jalan Tol Satelit pada Sabtu (20/4/2019) lalu. Setidaknya 5.250 botol jamu ilegal disita.

Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan mengatakan, setelah melakukan pengembangan, ia dan timnya menemukan fakta bahwa jamu bermerek 'BINARACI' tersebut tidak berizin.

"Kami juga mengamankan dua unit mobil yang mengangkut minuman kesehatan berupa jamu yang tanpa dilengkapi dengan izin edar itu," kata Teguh di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (16/4/2019).

Baca : Satgas Yonmek 643/Wns Amankan Ribuan Liter Miras dan Telur Ilegal dari Malaysia

Baca : Bea Cukai Sita Rokok Ilegal dan Minuman Beralkohol di Melawi

Teguh menjelaskan, jamu tersebut memang terbuat dari berbagai bahan herbal seperti temulawak, kunyit, hingga secang yang telah diproduksi selama 6 tahun. 

Jamu tersebut biasa dipasarkan di kawasan Tapal Kuda seperti Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi, serta wilayah Madura.

Namun menurut Teguh, keterangan pada kemasan botol jamu-jamu tersebut tidak menunjukkan adanya label terdaftar dalam BPOM. Padahal, segala produk makanan, minuman, dan obat obatan wajib ber-BPOM. 

"Ini dikonsumsi manusia, di situ diwajibkan ada izin edar. Harus didaftarkan dulu di BPOM, apakah aman dikonsumsi oleh manusia," paparnya.

Jamu-jamu itu dipasarkan seorang warga berinisial MD dengan harga Rp 20 ribu per botol. Dalam pemeriksaan terungkap, MD bisa memproduksi dua ribu botol setiap minggunya.

Untuk sementara, MD tidak ditahan, tapi dalam kasus ini, MD dijerat Pasal 198 jo Pasal 196 Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00