• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Catatan Ramadhan

Komunitas Seniman Badut Sulap Kabut Salju Subang Berkeliling Bangunkan Sahur

16 May
21:12 2019
1 Votes (5)

KBRN Subang : Sahuuuur...... Sahuuuur...... Sayup-sayup terdemgar suara yang membangunkan sahur, diiringi dengan suara bedug dan musik, semakin lama-semakin jelas terdengar di telinga warga masyarakat, khususnya masyarakat Cendrawasih RT09/02 Kelurahan Soklat Kecamatan Subang.

Sehingga sontak yang mendengarnya terjaga dari tidur, untuk makan sahur. Kegiatan membangunkan warga untuk makan sahur ini, tidak asing di telinga warga masyarakat Cendrawasih Subang, Mereka adalah anak-anak muda dari seniman badut dan sulap, yang tergabung dalam Sanggar Badut Salju.

Pimpinan Sanggar Badut Salju Agus Firmansyah mengatakan, untuk membangunkan warga, Ia dan anak buahnya sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya sejak pukul 01.30 dini hari, kemudian tepat pukul 02.00 sudah mulai keliling kampung sampai dengan pukul 03.00 menjelang sahur.

"Seneng saja membangunkan warga untuk bangun lebih awal, agar bisa sahur sekeluarga, sekaligus membantu agar warga tidak kesiangan makan sahur," ujar Agus kepada Wartawan di Subang, Kamis (16/5/2019).

Agus yang akrab di panggil A. Aples oleh kalangan seniman badut dan sulap ini menyatakan, berbuat seperti ini kalau di mata para seniman badut sudah menjadi kebiasaan untuk menghibur orang, tetapi mungkin menghibur ala badut ini, sudah menjadi sosial, tetapi jika dilihat dari sisi agama memiliki nilai ibadah yang tinggi, apalagi sekecil apapun amal ibadah yang dilakykam di bulan suci ramadan ini, pahalanya akan berlipat-lipat.

"Kami hanya memiliki motivasi ibadah, apalagi di bulan suci ramadan pahalanya bisa dilipat gandakan," ucapnya.

Para seniman badut dan sulap yang tergabung dalam sanggar badut salju ini diungkapkan Aples, tadinya memiliki latar belakang, anak jalanan, putus sekolah, broken home, bahkan rata-rata sudah yatim piatu, sehingga ajang membangunkan warga untuk makan sahur ini, diharapkan nantinya ada thr dari warga, sehingga anak-anak ini bisa membeli baju lebaran.

Alasan itu lanjut Aples cukup beralsan karena di bulan ramadan ini job untuk manggung tidak ada, yang hanya mengandalkan ngamen di lampu merah, untuk memenuhi kebutuhan selama puasa Ramadan ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00