• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

92 Napi Kembali Diamankan Pasca Kerusuhan di Lapas Narkotika Langkat

16 May
21:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Pasca kerusuhan dan kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Langkat di Jalan Simpang Farm, Desa Domba Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 13.45 WIB, sejumlah 92 narapidana atau warga binaan yang sebelumnya kabur berhasil ditangkap kembali. Sementara selebihnya masih dalam pengejaran.

Sementara total jumlah narapidana di Lapas Narkotika kelas III Langkat berjumlah 1.635 orang dan yang melarikan diri diperkirakan sekitar 500 orang. 

Dari informasi yang diperoleh kronologis peristiwa kerusuhan dan kebakaran di lapas pada pukul 13.45 WIB. Kemudian sekira pukul 16.20 WIB, Dandim 0203/Langkat dan Kapolres Langkat berdiskusi untuk mencari solusi penanganan untuk dapat mengamankan para tahanan yang berada di dalam ke  ruangan masing-masing. Pukul 16.50 WIB,  1 SST Yonif 8 Marinir dimasukan ke areal narapidana untuk menenangkan massa narapidana. Pukul 16.57 WIB, 1 SST Brimob Poldasu dimasukan untuk membantu pasukan Yonif 8 Marinir. Namun narapidana melawan dan menolak pihak kepolisian masuk. Sehingga pihak Polres Langkat dan Brimob mundur untuk menghindari konflik lebih banyak. Sedangkan pihak Danramil 09/Hinai dan 30 personel Kodim 0203/Lkt berhasil bernegoisasi dengan narapidana.

Dari negosiasi antara narapidana dengan personel kodim 0203/BS bahwa Pihak Pegawai Lapas dan Polisi tidak berkenan masuk dan hanya pihak TNI saja yang diperbolehkan. Kemudian mereka meminta logistik agar segera disiapkan jika tidak mereka mengancam akan melakukan kerusuhan kembali.

Sementara untuk saat ini motif kerusuhan di lapas Narkotika III Langkat Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, bermula penangkapan tahanan yg mengedarkan narkoba berupa sabu. setelah ditangkap tahanan tersebut dilakukan pemukulan oleh pegawai Lapas bernama Sumardi.

Selain itu, kerusuhan juga disinyalir terjadi karena para tahanan mengaku makan tidak sesuai indeks yang ada. Kemudian remisi yang sudah dijanjikan tidak diberikan kepada tahanan. Perlakuan semena-mena pihak Lapas, dan pengutipan yang sering dilakukan.

Adapun sejumlah personel yang turun langsung di lokasi Dandim 0203/Langkat, Kapolres Langkat, Karo SDM Poldasu Kombes M Ginting, Karo Ops Poldasu, Kalapas Narkotika III Langkat, Dansat Brimobdasu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, situasi kerusuhan sudah berhasil diamankan sejak pukul 17.00 WIB.

Menurut Kapolda, untuk total napi narkotika Langkat berjumlah 1.635 orang dan 92 berhasil kembali diamankan. Namun untuk jumlah tahanan yang saat ini berada di luar sedang didata pihak Kanwil Kemenkumham Sumut. 

"Kami terima kasih sekali dengan personel dan rekan-rekan unsur TNI, Batalion Raider dan Marinir. Pukul 17.00 WIB sudah bisa diamankan, dan warga binaan sebagian sudah masuk ke dalam.Kapasitas napi di dalam ada 1.635, saat ini sedang dihitung berapa yang kabur dan berapa yang ada di dalam. Sementara sudah 92 orang yang kabur diamankan kembali," jelasnya.

Kendati suasana sudah terkendali, Kapolda menyatakan pihaknya tetap mengerahkan pasukan berjaga terus. Selain itu Kapolda akan berkoordinasi dengan Dirjen Kemenkumham untuk melakukan perbaikan sistem dan infrastruktur lapas yang rusak akibat dibakar dan dihancurkan ribuan napi. 

Terkait motif, Kapolda mengatakan bahwa kerusuhan dipicu rasa empati sesama napi di dalam lapas yang mendapat tindakan kekerasan dari petugas lapas. Dimana seorang napi diduga dianiaya setelah kedapatan membawa sabu-sabu. 

"Informasi yang kami perolah karena ada napi yang kedapatan membawa sabu - sabu, kemudian mendapat perlakuan kekerasan dari petugas lapas. Sehingga menimbulkan empati dari teman-teman sesama napi sampai terjadi begini," ungkap Kapolda Sumut. 

Dandim 02/03 Langkat, Letkol Infantri Syamsul Alam menjelaskan bahwa pihaknya sempat diminta ribuan napi untuk bernegoisasi terkait protes dan tuntutan. Namun, poin-poin tuntutan itu disampaikan para napi kepada pihak Kemenkumham yang melakuka pertemuan secar tertutup. 

"Tuntutan para napi tadi disampaikan kepada pihak Kemenkumham. Hingga saat ini tadi TNI dimintai bantuan, jadi untuk pengamanan akan berkoordinasi dengan Kapolda Sumut dan Kapolres Langkat," kata Dandim. 

"Saat ini sebagian napi sudah berada di dalam lapas dan blok masing-masing. Ada yang berbuka puasa juga. Ada 92 yang kabur sudah ditangkap. Hingga saat ini sedang didata terus," ujarnya. 

Hingga pukul 21.00 wib, sejumlah napi yang kabur berhasil ditangkap baik hasil sweeping maupun menyerahkan diri.

Sementara pasca kerusuhan dan kebakaran di Lapas Narkotika Langkat, terlihat tiga unit mobil terguling dalam kondisi terbakar dan satu unit sepeda motor. Begitu juga diduga puluhan sepeda motor yang berada di dalam lapas juga dibakar narapida. Termasuk gedung di dalam lapas juga tampak dibakar. 

Di dalam lapas diketahui menampung 1.635 napi dengan luas area 8 Hektare, mencakup Lapas Klas III Narkotika dan Lapas Pemuda yang berdampingan gedung. Mereka yang emosi tak terima dan menuntut balas. Beberapa orang pegawai Lapas juga sempat tertahan di salah satu ruangan, sebelum diselamatkan napi lainnya.
Oknum pegawai lapas membeberkan, bahwa ribuan napi marah mengincar pegawai AT dan Kepala Trantib Lapas, Sunardi. Hingga saat ini dua oknum Lapas ini belum bisa ditemui dan menghilang. (Joko Saputra) 

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00