• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Jaga Kualitas Pendidikan DIY, LLDIKTI Tutup 3 PTS Tak Layak

16 May
20:47 2019
0 Votes (0)

KNRN, Yogyakarta : Lembaga Layanan Dikti LLDikti Wilayah V telah resmi menutup tiga PTS yang tidak memenuhi syarat operasional.

Mantan Kepala LLDikti Wilayah V Periode 2014-2018, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES. DEA mengatakan, ketiga PTS yang ditutup yaitu Ganesha, Akademi PIRI, dan Akademi Komunikasi Yogyakarta.

Menurutnya, upaya penyelamatan dengan dorongan kepada pengelola untuk melakukan perbaikan telah dilakukan, namun hasilnya tetap buruk. Sehingga diputuskan ditutup, agar tidak merugikan masyarakat.

Bambang Supriyadi menambahkan, dengan penutupan 3 perguruan tinggi swasta tersebut kini hanya ada 103 PTS di DIY.

"Tiga-tiga udah keluar SK nya sekarang tinggal 103," katanya, usai berpamitan ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Kamis  (16/5/2019) siang.

Ia mengakui, jumlah perguruan tinggi memang menurun di masa kepemimpinanya sebagai Koordinator KOPERTIS yang kini berganti menjadi LLDikti. Namun program studi dan kualitasnya terus meningkat.

"Jumlah perguruan tingginya boleh turun. Tapi program studinya naik dari 400 sekarang menjadi 660an," tambahnya.

75 persen dari 103 PTS di DIY telah mengantongi akreditasi A dan B, sedangkan sisanya terakreditasi C.

Banyaknya program studi terakreditasi itulah yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berkuliah di DIY.

"Sekarang yang ada, perguruan tinggi prodi berkuakitas. 103 PTS dengan sekitar 660an prodi akreditasi C tinggal 50 berapa. ada 120 baru belum akreditasi. 75 persen sudah akreditasi A B.makanya banyak dari luar tertarik masuk jadi mahasiswa di sini karena akreditasinya sudah bagus," jelasnya.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI periode 2019 - 2023, Didi Achjari menegaskan, akreditasi memang sangat penting dan harus dimiliki oleh semua perguruan tinggi di DIY.

Menurutnya, banyaknya mahasiswa yang datang ke DIY juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan sektor ekonomi DIY. Di sisi lain, juga ada banyak tantangan yang harus dihadapi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00