• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Eks Sekda Malang Tersangka Suap APBD-P Kota Malang Segera Jalani Sidang

16 May
19:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi KPK limpahkan berkas dan tersangka Cipto Wiyono (CW) selaku mantan Sekda Kota Malang tersangka dalam kasus TPK suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 ke penuntutan pengadilan.

"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka CW (Sekda Kota Malang tahun 2015) tersangka TPK suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 ke penuntutan tahap 2," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (16/5/2019).

Febri menyatakan bahwa sidang akan dilakukan di Surabaya.

"Rencananya sidang akan dilakukan di PN Surabaya," tambah Febri.

Sejauh ini setidaknya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 63 orang saksi dari berbagai unsur terkait kasus ini yaitu:

• Walikota Malang
• Kepala DPRD Kota Malang
• Anggota DPRD Kota Malang
• Kepala Bappeda Kota Malang
• Kepala Dinas PU Kota Malang
• PNS

• Swasta

Perkara ini berawal dari penetapan tiga tersangka pada tanggal 3 Agustus 2017, yaitu:

a. M. Arief Wicaksono, Ketua DPRD Kota Malang; b. Jarot Edy Sulistiyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan

c. Hendrawan Maruszama, Komisaris PT. ENFYS NUSANTARA KARYA

KPK menduga Cipto bersama dengan Moch Anton selaku mantan Walikota Malang dan tersangka dalam kasus ini serta Jarot Edy memberi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 kepada Arief Wicaksono selaku mantan ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2029 dan kawan kawan.

Tersangka Cipto Wiyono selaku Sekretaris Daerah Kota Malang periode 2014-2016 bersama sama H. Moch. Anton selaku Walikota Malang periode tahun 2013 s.d 2018 dan Jarot Edy Sulistiyono, yaitu memberi hadiah atau janji terkait Pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015 kepada Moch. Arief Wicaksono, S.T. selaku Ketua DPRD Kota Malang Periode 2014-2019 dan kawan.

Pada pelaksanaan APBD tahun 2015, pemerintah Kota Malang terdapat Sisa Anggaran Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) atas pelaksanaan APBD tahun 2015. Agar SILPA tersebut dapat digunakan, maka perlu dilakukan APBD Perubahan tahun 2015.

KPK Menduga Moch Anton memerintahkan tersangka Cipto Wiyono berkoordinasi dengan Jarot Edy Sulistyono dan Moch. Arief Wicaksono terkait dengan penyiapan uang ”uho rampe" yakni uang untuk anggota DPRD Kota Malang guna persetujuan pokok-pokok pikiran DPRD. Dalam koordinasi tersebut, Moch. Arief Wicaksono menyampaikan kepada Cipto Wiyono bahwa jatah dewan kurang sekitar Rp 700 juta.

Cipto diduga memerintahkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk mengumpulkan dana guna DPRD Kota Malang terkait pembahasan APBD-P 2015 atas perintah Walikota Malang. Selain itu, Cipto diduga juga memerintahkan untuk mengumpulkan uang Rp 900 juta dari rekanan pemborong di Dinas PUPR Kota Malang untuk diberikan kepada Moch.Anton agar mendapatkan persetujuan APBD-P 2015.

Cipto merupakan tersangka ke-45 yang ditetapkan KPK. Sebelumnya dalam kasus ini ditangani dalam 3 tahap, yaitu:

a. Tahap 1 dengan 3 tersangka ditetapkan pada tanggal 3 Agustus 2017.
b. Tahap 2: KPK menetapkan 19 orang tersangka pada 21 Maret 2018 termasuk Walikota Malang periode 2013-2018, Mochamad Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang periode 2013-2018.
c. Tahap 3: KPK menetapkan 22 orang anggota DPRD periode 2013-2018 sebagai tersangka pada 3 September 2018.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00