• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPK Cegah Bupati Bengkalis Berpergian ke Luar Negeri

16 May
18:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cegah Bupati Bengkalis Amril Mukminin untuk berpergian ke luar negeri. Selain Amril KPK juga cegah Makmur selaku Direktur PT Mitra Bungo Abadi.
 

"Sebagai informasi tambahan, terhadap AMU, Bupati Bengkalis dan MK, swasta sudah dilakukan pelarangan ke luar negeri selama 6 bulan ke depan. Terhitung tanggal 13 untuk MK dan AMU tanggal 15 Mei 2019 ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (16/5/2019).

Kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam pengembangan kasus perkara Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

KPK menetapkan Makmur seebagai tersangka dalam kasus Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Sedangkan Bupati Bengkalis ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Proyek Pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning (Multi Years), adalah salah satu bagian dari 6 paket pekerjaan Jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp.537,33 milyar.

Proyek pembangunan jalan ini sempat dimenangkan oleh PT CGA, namun kemudian dibatalkan oleh Dinas PU Kab. Bengkalis dengan alasan bahwa PT CGA diisukan masuk daftar hitam (blacklist) Bank Dunia. PT CGA menerima Surat Pembatalan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ).

Namun pada tingkat kasasi Juni 7015, Mahkamah Agung memutuskan PT CGA memenangkan gugatan terhadap Dinas PU Bengkalis dan berhak melanjutkan proyek tersebut.

Pada Februari 2016, sebelum Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga ia telah menerima Rp2,5 miliar untuk memuluskan anggaran Proyek Peningkatan jalan Duri Sei Pakning multi years tahun 2017-2019.

Setelah Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga terjadi pertemuan antara perwakilan PT CGA dengan Amril. Dalam pertemuan tersebut PT CGA diduga meminta tindak lanjut Amril terkait proyek agar bisa segera tanda tangan kontrak, dan Amril menyanggupi untuk membantu.

Dalam rentang Juni dan Juli 2017, diduga Bupati Bengkalis, Amril Mukminin telah menerima Rp3,1 Milyar dalam bentuk dollar singapura dari pihak PT. CGA.

Penyerahan-penyerahan uang ini diduga untuk memuluskan proyek yang akan digarap oleh PT CGA, yakni Proyek Peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multi years tahun 2017-2019.

Sehingga, KPK menduga total Amril menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 Milyar baik sebelum ataupun saat menjadi Bupati Bengkalis.

Dalam kasus MK (Makmur alias AAN) selaku Direktur PT. Mitra Bungo Abadi dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang -Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

"KPK menduga Makmur bersama-sama dengan M. Nasir dan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC dkk melakukan tindak pidana korupsi dalam Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau." tambah Laode.

Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 milyar, dimana Tersangka Makmur diduga diperkaya Rp60,5 milyar.

Dari perkara pertama terlihat dugaan kerugian negara lebih dari 23%, yaitu: kerugian negara Rp105,88 Milyar dari nilai proyek Rp459,32 Milyar. Sedangkan Dari perkara kedua diduga aliran dana diterima oleh Bupati Bengkalis yang saat ini menjadi tersangka.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00