• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

RUU PKS Terus Diperjuangkan

16 May
18:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Semakin giatnya dorongan bagi Perlindungan Perempuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 yang muncul dalam bentuk pembuatan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), terus diupayakan untuk segera disahkan.

Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak menilai cahaya terang di ujung perjalanan ini karena perlahan melalui isu kesetaraan gender, kekerasan terhadap perempuan seperti pemerkosaan bisa diselesaikan undang-undangnya.

"Saya sampaikan bahwa komitmen Pemerintah untuk perlindungan perempuan saya kira semakin kuat ya hal ini dibuktikan dengan rancangan RPJMN 2020-2024 dimana disitu disebutkan bahwa salah satu isu strategis yang harus mainstreaming dari lima isu strategis," ungkap Staf Ahli Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, Titi dalam Diskusi film 27 Steps of May, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

"Salah satunya adalah kesetaraan gender dan kesetaraan gender ini ada tiga indikator empat salah satunya adalah menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ini," lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Panja RUU PKS, Marwan menyatakan bahwa agak berat dalam proses pengesahan RUU PKS ini. 

"Sebanyak yang mendukung sebanyak itu pula yang memprotes untuk tidak dibahas, suratnya begitu sama banyaknya yang keberatan dari begitu protes banyaknya dari kelompok-kelompok masyarakat ternyata di dalam juga tidak mudah," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Film 27 Steps of May, memang sebagai wujud lain dalam mendukung pengesahaan RUU PKS dan perlindungan perempuan dalam RPJMN. Film yang menceritakan seorang gadis SMP bernama May, mengalami pemerkosaan yang kemudian berdampak buruk tidak hanya bagi dirinya namun ayahnya, hingga lingkungan sekitar. Seakan mengingatkan kembali jika RUU PKS belum juga disahkan sebagai UU.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00