• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2019

Penyelenggara Haji Khusus minta Tambahan Kuota 5 Persen

16 May
13:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penambahan kuota haji Indonesia periode 1440 H/2019 M sejumlah 10.000 jemaah menjadi 231.000 jemaah  merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan bagi para calon haji asal Indonesia. Karena dengan penambahan tersebut tentunya akan mengurangi jumlah Daftar tunggu bagi Jamaah calon haji.

Menurut Ketua Umum Sarikat penyelenggara Umrah Haji Indonesia Syam Respiadi,  penambahan kuota ini harus dapat meminimalisir daftar tunggu atau waiting list bagi Jamaah Calon Haji.

Syam Respiadi menyarankan kepada Pemerintah untuk memprioritaskan penambahan kuota bagi calon jamaah lansia

"Dengan adanya penambahan kuota haji sebanyak 10.000 jamaah dari pemerintah Arab Saudi kami sarankan pemerintah  memperioritaskan calon  jamaah lansia, dan  sebaiknya pendamping juga disertakan. Hal itu untuk meperingkas antrean panjang keberangkatan calon jamaah," ungkapnya kepada wartawan usai Silaturahmi dengan Direktur Umrah dan Haji khusus Kementerian Agama, Kamis (16/5/2019).

Dijelaskan Syam Respiadi kuota tambahan juga sebaiknya diberikan kepada penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Sebab, menurut Syam, cadangan 20 persen dari jamaah PIHK pada tahun ini tidak bisa tertampung semuanya. Hanya 15 persen yang dapat berangkat pada 2019.

"Kami meminta agar dibantu prioritas sisanya yang sebesar lima persen. Hal itu supaya calon jamaah haji khusus bisa berangkat pada tahun ini. Apalagi, mereka ada yang sudah melunasi 8.000 dolar. Mereka sudah pasti siap berangkat haji tahun ini," jelasnya.

Dikatakan Ketua Umum Sapuhi Adanya penambahan kuota tentunya menambah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan seluruh pemangku kepentingan haji mencakup pendanaan, layanan operasional, jumlah petugas, dan berbagai fasilitas lainnya.

"Penambahan kuata  jamaah calon haji Indonesia juga harus dibarengi dengan pelayanan terhadap Jamaah di Arab Saudi khususnya pada saat di Mina dan Arafah dan kami juga mengusulkan agar  lokasi tenda di Arafah dan minah di tambah demi kenyamanan Jamaan dalam menjalankan ibadah," pungkasnya.

Dengan adanya penambahan  kuota haji tahun 2019 tentunya akan ada dana tambahan dan DPR  sendiri telah  menyetujui dana haji tambahan sebesar Rp353,7 miliar berasal dari  Badan Pengelola Keuangan Haji  BPKH sebrsar   Rp120 miliar, Rp183,7 miliar berasal dari APBN dan sisanya Rp50 miliar bersumber dari efisensi operasional haji oleh Kementerian Agama.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00