• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Simpatisan Caleg Diwarning Tak Ganggu Pleno Perhitungan Suara Provinsi Papua

16 May
13:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jayapura :  Simpatisan calon legislatif diminta tak melakukan gerakan tambahan yang dapat mengganggu jalannya pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat Provinsi Papua.

Kapolreta Jayapura, AKBP. Gustav Urbinas menegaskan, para simpatisan maupun peserta pleno harus mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua.

"Kami akan melakukan tindakan tegas apabila sudah mengganggu jalannya pleno. Kami juga akan menindaklanjuti permintaan KPU untuk mengamankan oknum caleg atau lainnya jika berulah di ruang pleno," kata Gustav di Jayapura, Kamis (16/5/2019).

Baca juga : Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Papua Tersisa 2 Daerah

Menurut Gustav, jika ada oknum tertentu yang melakukan pengrusakan di luar maupun di dalam ruang kegiatan pleno, bisa diproses tindak pidana umum maupun tidak pidana pemilu.

"Kalau ada yang merusak fasilitas di tempat kegiatan, kami akan proses pidana umum. Sementara yang menggangu jalannya pleno bisa saja diproses tindak pidana Pemilu oleh Bawaslu," tegasnya.

Kendati begitu, Gustav mengklaim, situasi keamanan di wilayah setempat dalam kondisi aman dan lancar hingga pelaksanaan pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat Kota Jayapura usai.

"Memang pleno di Kota Jayapura ini cukup alot, ada perdebatan dan lainnya. Tetapi syukurnya tetapi bisa berjalan hingga penutupan," tuturnya.

Baca juga : KPUD Kabsor Fasilitasi Pengurusan Santunan Anggota PPD Salawati yang Meninggal

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengawalan pergeseran logistik surat suara yang diperlukan untuk pleno rekapitulasi suara tingkat Provinsi Papua, sedangkan logistik yang tak diperlukan digeser ke gudang KPUD Kota Jayapura.

"Untuk pengamanan sendiri kami dibackup satu pleton Brimob Polda Papua. Kami juga sudah menyiapkan anggota Shabara kami untuk penebalan pengamanan di lokasi pleno Provinsi jika dibutuhkan," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00