• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

BPN : Sekarang Proses Situng Pemilu Sudah dengan Kacamata Kuda

16 May
11:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Juru bicara BPN 02, Ferdinand Hutahaean menyebut BPN ketika melihat proses perhitungan pemilu sudah dengan kacamata kuda yang berarti sebesar apapun BPN menempuh jalur-jalur konstitusional termasuk ke Bawaslu bahwa apapun yang  dilakukan tujuan sudah ada di depan, yang bisa saja mengumumkan kemenangan pak Jokowi sebagai pemenang pilpres.

"Itulah yang dilihat BPN dan hal tersebut bukan tidak beralasan, karena banyak sekali yang disampaikan oleh BPN terkait proses ini, banyak ditemukan kecurangan, terus kita proses terkait dengan situng banyak sekali bermasalah tetapi di anggap itu hanya salah input," ketusnya kepada Pro3 RRI, Kamis (16/5/2019).

Menutnya, hal tersebut dianggap mengabaikan perasaan setengah penduduk republik Indonesia, setengah penduduk Indonesia disepelekan dan di anggap biasa saja, salah input, salah entry human entry.

"Jadi BPN melihat seperti ini diduga sudah ada unsur-unsur kesengajaan karena banyak sekali," ungkapnya.

Ferdinand mengatakan maka kemarin, sahabat kami memaparkan tentang melihat C1 yang telah melalui proses editing, dan memohon agar situng dihentikan karena ini tidak lagi di anggap jujur.

Namun KPU mengklaim, situng itu tidak akan digunakan sebagai pengambilan keputusan tetapi manual, tetapi Ferdinand heran situng itu terus dijalankan.

"Ini adalah protes pertama yang di abaikan pemerintahan ini, lalu BPN akhirnya mengambil sikap tidak akan menempuh jalur ke MK karena percuma juga mengambil langkah ke MK hanya menjadikan nanti BPN melihat menjadikan alat sebagai legitimasi saja ataupun sebuah rancangan itulah yang dipikirkan oleh BPN maka daripada kita berlelah meladeni sebuah skenario biarlah mereka memutuskan sendiri, ini bentuk dari keputusasaan," keluhnya.

"Intinya sekarang bahwa BPN tidak lagi mengikuti agenda KPU, kita sudah melaporkan kepada rakyat biarlah rakyat yang menilai, karena bagi kami ini setengah rakyat Indonesia yang memilih Prabowo ada bersama-sama dengan BPN, jadi memang kondisinya seperti itu karena merasa diabaikan susah sekali mendapatkan keadilan sedikit saja tidak bisa dapatkan jadi akhirnya biarlah terserah mereka," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00