• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Besok Teater Senapati Gelar Drama Sunda Religi di GK Rumentang Siang Bandung

16 May
11:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Pada masa-masa Islam mulai diperkenalkan di Kota Mekah, Muhammad Saw harus menanggung beban dan rintangan yang sangat beratnya karena mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy. Namun, tak sedikit pula yang akhirnya menjadi pengikut Rasulullah, mengikuti ajarannya, untuk beriman kepada Allah Swt. 

Salah seorang di antaranya Bilal bin Rabbah, budak dari Habasyah (Abyssinia, Ethiopia sekarang), putera Hamamah. Sedangkan majikannya, Umayyah bin Khalaf Al-Jamhi adalah saudagar Mekah yang sangat kaya, berpengaruh, dan ditakuti/disegani kaum Quraisy Mekah.  

Tertarik ajaran Muhammad yang tak membeda-bedakan, majikan dan hamba, kaya dan miskin, berkulit putih dan berkulit hitam, orang Arab dan non-Arab, secara ikhlas Bilal sangat menaati ajaran baru itu. Bilal termasuk golongan orang yang pertama kali masuk Islam, selain Ammar bin Yassir, Yassir, Sumayyah, Shuhaib, dan Al-Miqdad. 

Baca juga : Ramadhan, BAZNAS Luncurkan Album Religi "Kebangkitan Zakat"

Singkat cerita, Bilal mendapat siksaan dari majikannya serta dari orang lainnya, karena Bilal hanyalah seorang budak belian. Namun dengan keyakinan dan imannya, Bilal akhirnya dapat melalui semua itu.

Itulah sedikit cuplikan sipnosis pentas drama Sunda religi, yang akan digelar Teater Senapati di Gedung Kesenian (GK) Rumentang Siang kota Bandung, Jumat 17 Mei 2019  hingga Sabtu 18 Mei 2019 mendatang.

“Ini digarap secara semi-kolosal, dengan didukung tak kurang dari 50 pemain. Konsep garapnya memadukan seni drama, nyanyian (seni musik), dan seni tari (gerak/koreo), dengan media dialognya menggunakan bahasa Sunda,”ungkap pendiri Teater Senapati sekaligus Sutradara Rosyid E  dalam siaran elektroniknya kepada Radio Republik Indonesia Kamis, (16/5/2019).

Baca juga : Dongkrak Kunjungan Wisata, DIY Kembangkan Paket Wisata Religi

Eggy menambahkan, drama Sunda Religi berjudul Kasidah Cinta Bilal Sang Muadzin merupakan daur ulang dari drama Sunda religi Sunda dengan judul yang sama di tahun 2007.  Pentas ini menurutnya merupakan rangkaian dari pentas episodial Drama Sunda Religi "Kasidah Cinta", yang dipergelarkan setiap tahun di bulan Ramadhan (sejak 2006) oleh kelompok Teater Senapati SMA Pasundan 3 Bandung. 

”Jadi, dalam rentang 12 tahun sejak tahun 2006, Teater Senapati hanya abstain dua kali untuk mengisi pentas Ramadhan, yakni di tahun 2013 dan 2015, karena situasi dan kondisi yang tak memungkinkan,” ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00