• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Segarnya Buka Puasa dengan Es Roti Legendaris di Malang

16 May
10:42 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Malang : Gerobak kecil berwarna biru tampak di salah satu sudut Jalan Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Gerobaknya sederhana, bahkan tampak usang. Namun belasan hingga puluhan orang rela antre di sekitar gerobak yang dikenal dengan kawasan Lapangan Sampoo ini. 

Mereka adalah warga Malang penggemar es roti. Es roti memang menjadi salah satu minuman favorit warga Malang, khususnya di momen Ramadan seperti saat ini. 

Sebagian warga menilai, minuman yang sudah ada sejak tahun 1968 ini cocok untuk ta'jil berbuka puasa. Jika pada hari biasa, minuman ini dijual sejak pukul 09.00 WIB, namun saat Ramadan, penjualnya baru buka sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga : Kopyor Roti, Menu Berbuka Favorit Warga Banyuwangi

Tak ada tempat khusus bagi pengunjung untuk minum es. Hanya ada bangku dan meja sederhana yang diletakkan di bawah pohon besar yang letaknya tepat di depan gerobak es. 

Untuk mendapatkan segelas es bercampur roti tawar, pembeli hanya cukup merogoh kocek Rp4 ribu. Jika tidak ingin minum es tanpa roti, harganya hanya Rp3 ribu per gelasnya. Ciri khas penyajiannya, es di gelas yang penuh, kemudian ditutup roti tawar yang sudah disiram gula. Tak jarang, ketika makan ada banyak tawon yang mengelilingi es. Namun itulah salah satu sensasi minum es roti. 

Orang asli Malang tentunya sudah familiar dengan rasa es roti di Lapangan Sampoo. Bahan campuran es ini sebenarnya cukup sederhana. Hanya santan, sedikit tape ketan hitam, dawet, gula, es serut, dan roti tawar. Campuran bahan itu membuat es roti ini berasa manis, ditambah sedikit masam dari tape ketan hitam, serta ada campuran gurihnya roti tawar. 

Santono, pedagang es roti tidak menyangka jika minuman dagangannya digemari warga Malang 50 tahun belakangan ini. Awalnya, ia menjual es roti dengan gerobak pikul. Ketika itu, Santono masih berusia 19 tahun.  Kini, ia dibantu anak dan istrinya melayani pembeli es yang tak pernah sepi.

"Saya sudah mulai mengajari anak saya jualan es ini, supaya nanti bisa diteruskan," ungkap pria 69 tahun ini. 

Ia mengaku tidak ada resep khusus yang digunakan untuk membuat es roti itu. Hanya saja, Santono menjamin jika cita rasa es itu tetap sama sejak 50 tahun lalu hingga sekarang.

"Bahan-bahannya sama, tidak ada yang istimewa," tuturnya.

Eka Wulandari, salah seorang pembeli es roti Malang mengaku sangat gemar minum es tersebut. Bahkan ia sering membeli es itu sejak kecil.

"Dulu saat masih kecil sering diajak orang tua saya minum es disini, sekarang juga masih sering kesini. Apalagi kalau buka puasa minum es ini, segar rasanya," tandas wanita 24 tahun ini. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00