• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Komisaris dan Manager Keuangan PT HTK Sebagai Saksi Kasus Suap Bidang Pelayaran

16 May
10:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia, Theo Lykatompesy sebagai saksi dalam kasus suap bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan.

Selain memanggil Theo hari ini penyidik KPK juga memanggil Manager Keuangan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) Mashud Masdjono sebagai saksi dalam kasus ini.

Direncanakan kedua saksi tersebut akan diperiksa sebagai saksi unruk tersangka Asty Winasti.

"Direncanakan akam diperiksa sebagai saksi AWI (Asty Winasti),” kata Juru Bicara KPK Kamis (16/5/2019).

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Ke 3 orang tersebut adalah Bowo Sidik Pangarso selaku Anggota DPR 2014-2019 dan lndung selaku pihak swasta yang diduga sebagai tersangka penerima suap, serta Asty Winasti selaku Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia yang diduga sebagai tersangka pemberi suap.

Dalam kasus ini KPK menduga sebelumnya perjanjian kerjasama penyewaan kapal antara PT. Humpuss Transportasi Kimia(PT HTK) sudah dihentikan.

Terdapat upaya agar kapal-kapal PT. HTK dapat digunakan kembali untuk kepentingan distribusi pupuk PT. Pupuk Indonesia. Untuk merealisasikan hal tersebut, KPK menduga pihak PT. HTK meminta bantuan tersangka Bowo Sidik Pangarso selaku Anggota DPR-RI.

Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT. PILOG (Pupuk Indonesia Logistik) dengan PT. HTK. Salah satu materi MOU tersebut adalah pengangkutan Kapal milik PT. HTK yang digunakan oleh PT. Pupuk lndonesia.

KPK menduga tersangka Bowo Sidik Pangarso meminta fee kepada PT. HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton.

Diduga sebelumnya telah terjadi 6 (enam) kali penerimaan di berbagai tempat seperti Rumah Sakit, Hotel dan Kantor PT. HTK sejumlah Rp 221iuta dan USD 85,130.

Uang yang diterima tersebut diduga telah diubah menjadi pecahan Rp 50 rb dan Rp 20 rb sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Selam penerimaan terkait dengan kerjasama pengangkutan di Bidang Pelayaran antara PT. Pupuk lndonesia Logistik (PILOG) dengan PT. Humpuss Transportasi Kimia, KPK juga  mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan penerimaan lain terkait dengan jabatan Bowo Sidik selaku Anggota DPR RI.

Dalam kasus ini KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 8 M yang terdiri dari pecahan uang Rp 20.000 dan Rp 50.000. Uang tersebut dimasukan kedalam 400.000 amplop yang tersegel yang dimasukan kedalam 84 dus, yang diperuntukan untuk serangan fajar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00