• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Bawaslu Kalsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Politik Uang Caleg DPR RI

16 May
09:46 2019
0 Votes (0)

KBRN Banjarmasin : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel secara resmi menghentikan penyelidikan kasus dugaan politik uang yang menyeret Syaiful Tamliha politikus partai PPP Propinsi Kalimantan Selatan yang kembali terpilih untuk periode berikutnya di DPR RI.

Menurut Komisioner Bawaslu Kalsel Azhar Ridhanie, berdasarkan pemeriksaan yang pihaknya lakukan terhadap enam orang saksi, tak satupun membenarkan atau melihat politikus dari PPP tersebut melakukan praktek politik uang pada Pemilu lalu.

“Para saksi tak bisa menjabarkan bahwa yang memberikan uang tersebut adalah terlapor ST,” ujar Azhar Ridhanie, Kamis (16/5/2019).

Dari enam saksi tersebut, empat saksi berasal dari pihak pelapor, sedangkan dua saksi lain dari pihak Bawaslu sendiri. “Dua orang saksi itu jemput langsung dari Kabupaten HST,” jelas Azhar.

Dengan tidak adanya temuan terhadap praktek money politics tersebut maka Bawaslu Kalsel menyatakan kasus yang bermula dari aduan Nasrullah AR terhadap sesama kader PPP itu tak dapat dilanjutkan, karena unsur yang belum terpenuhi yaitu bukti dan informasi yang kuat dan hal ini sudah sesuai dengan UU Pemilu no 7 tahun 2017 pasal 523 ayat 2.

Sebelumnya berdasarkan surat nomor 002/LP/PL/Provinsi/22.00/IV/2019, Nasrullah AR menuding caleg DPR RI yang dipastikan lolos ke Senayan itu melancarkan serangan fajar di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel 1, dapil tersebut juga merupakan dapil Nasrullah AR mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.

Menanggapi telah dihentikannya kasus yang menyeret Syaifullah Tamliha ini oleh Bawaslu Kalsel, Nasrullah AR yang juga xaleg anggota DPR RI itu mengaku takkan tinggal diam.

“Kita bisa saja menempuh jalur lain, memasukkan perkara ini ke Polda Kalsel baik pidana umum atau tindak pidana korupsi. Untuk pidana umum, kepolisian bisa melakukan pengusutan,” ujar Nasrullah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00