• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lebaran Bersama RRI

Backup Angkutan Lebaran, Pawiba Siapkan 100 Bus

16 May
09:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) kembali diminta membackup angkutan lebaran. Beberapa rute akan dilayani untuk menyokong armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang dimiliki anggota Organisasi Angkutan Darat (Organda). 

Ketua Pawiba, Nyoman Sudiartha ketika ditemui RRI mengaku siap mendukung kelancaran aktivitas mudik pada Idul Fitri 1440 Hijriah. Dukungan itu salah satunya diwujudkan dari kelaikan armada dalam melayani pemudik. 

Dinas Perhubungan Provinsi Bali dikatakan telah melakukan ramp check untuk armada yang akan digunakan. Pengecekan yang dilakukan meliputi kondisi fisik armada, dan legalitas kendaraan. 

"Jadi untuk angkutan lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, kita dari Pawiba selalu membackup daripada angkutan antar provinsi. Khususnya untuk Jawa Timur, Jawa Tengah sampai Jakarta, dan Jawa Barat," katanya di Denpasar, Kamis (16/5/2019). 

"Jadi pada prinsipnya dari DPD Organda memberikan kesempatan untuk Pawiba, untuk membackup angkutan lebaran," lanjutnya. 

Sebanyak 50 sampai 100 unit armada disiapkan untuk membackup Organda selama mudik lebaran tahun 2019. Sesuai aturan pemerintah, bus anggota Pawiba baru disiagakan mulai H min 7 sampai H plus 7. Pengerahan armada dikatakan Sudiartha bersifat situasional atau sesuai keperluan di lapangan. 

"Karena kita adalah backup daripada Organda, backup daripada angkutan antar provinsi. Jenis kendaraan itu yang kita gunakan untuk angkutan lebaran itu adalah sebagian besar angkutan bus yang kapasitasnya 40 sampai 45 seat, big bus lah. Bus untuk big bus secara keseluruhan mungkin kita punya armada dikisaran 150 unit," tukasnya. 

Ditanya tingkat pemesanan untuk keperluan mudik bareng, Sudiartha menyebut sejauh ini belum menerima laporan terkait hal itu. Namun kecenderungan tahun-tahun sebelumnya selalu ada perusahaan, pemerintah daerah, maupun komunitas yang menggelar kegiatan mudik bareng. 

"Saya belum mendengar dari anggota, ada beberapa kejadian-kejadian tahun sebelumnya ada komunitas-komunitas seperti salah satunya kita bilang kumpulan-kumpulan ya, belum saya ada mendengar istilahnya bookingan, artinya kepastian mereka menggunakan fasilitas bus itu," ujarnya. 

"Karena seperti tahun-tahun kemarin ini, karena ini tahun politik, mungkin kebanyakan mereka sekarang sudah pribadi-pribadi ya untuk mereka jalan. Kecuali mungkin ada beberapa perusahaan-perusahaan nanti yang akan memberangkatkan untuk menyewa bus ke Pawiba," imbuh Sudiartha. 

Terkait tarif, Ketua Pawiba menyebut angkanya akan menyesuaikan ketentuan pemerintah. Namun pihaknya sudah mengkalkulasi mempertimbangkan pemasukan, dan beban biaya yang diperlukan untuk 1 unit bus. Langkah itu dilakukan mengingat sirkulasi penumpang tiap tahunnya selalu tidak seimbang antara yang berangkat dari Bali dengan yang kembali dari Jawa. 

"Kita dari Pawiba, kita memang sudah berhitung untuk kendaraan itu pulang pergi. Jadi kita kalau dari jumlah harga mungkin sama, tetapi kapasitas kendaraan kita jauh lebih banyak dibandingkan bus angkutan antar provinsi. Bus antar provinsi itu jumlah tempat duduknya paling banyak sekitar 33, kita bisa memberikan fasilitas 45 seat, dengan fasilitas yang sama, ada toilet, dan yang lainnya," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00