• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Barantan RI Lepas Ekspor Komoditi Pertanian Lewat PLBN Entikong

15 May
20:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Entikong : Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas ekspor sejumlah komoditi pertanian tujuan Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019).

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan pelepasan ekspor ini adalah tindak lanjut instruksi Presiden kepada Kementerian Pertanian untuk melakukan akselerasi eksportasi komoditas pertanian dari seluruh wilayah Indonesia.

"Ada sepuluh komoditas yang kita lepas, ada arang kayu, tumbuhan air, buah-buahan, kambing, lada, kelapa dan berbagai macam sayuran," ungkap Ali Jamil di PLBN Entikong.

Dikatakan, pelepasan ekspor ini merupakan salah satu strategi awal untuk mewujudkan rencana Kementan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Target tersebut diharapkan terwujud pada tahun 2045 mendatang.

"Kita sudah mulai, ini kita kejar ekspornya. Selama 2013-2018 persentase peningkatan ekspor produk pertanian mencapai 29 persen lebih, nilainya 450 Triliun," ujarnya.

Menurutnya, capaian ini harus terus dikembangkan. Kedepan, tambah Ali, karena data negara tujuan termasuk kebutuhan ekspor negara tertentu ada di Badan Karantina Pertanian pihaknya menyiapkan aplikasi Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports (I-Mace).

"Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati semuanya bisa melihat, membuka data ini, komoditas apa saja yang dibutuhkan oleh negara A misalnya. Termasuk siapa yang mengirim sampai saat ini. Tapi harapan kita bukan Pak Gubernur saja yang bekerja, bisa juga melalui konsorsium untuk meningkatkan ekspor ini. Apalagi Kalbar sudah punya PLBN," kata Ali.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian memiliki program 'Agro Gemilang' untuk mengakomodir minat ekspor generasi millineal bangsa. Ali mengharapkan, dengan program ini jumlah eksportir meningkat, termasuk juga nilai ekspornya.

Sementara itu, Konsul KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno menyampaikan pihaknya sudah memetakan kebutuhan Malaysia khususnya negara bagian Sarawak saat ini. Diungkapkan, sebagai daerah yang sedang membangun, Sarawak membutuhkan kebutuhan pokok.

"Ini peluang besar. Peluang tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat (perbatasan) karena ongkos transportasinya kecil sekali dari sini, daripada mereka (Malaysia) mengimpor dari Tiongkok, Vietnam, Australia, berapa lagi ongkosnya," tutur Yonny.

Lewat peluang itu, Ia mengajak masyarakat perbatasan, Sanggau dan Kalimantan Barat untuk menggalakkan peningkatan produksi pertanian dan peternakan agar bisa di ekspor ke Malaysia. "Ayo kita galakkan bertani, beternak, hasilnya kita jual (ekspor) ke sebelah (Malaysia)," pungkas dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00