• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Ketua MUI Kabupaten Cirebon Ajak Masyarakat Bersatu Jaga NKRI,Tolak People Power

15 May
20:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cirebon : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon KH Baharudin mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri Pemilu 2019 yang berjalan transparan, jurdil dan demokratis serta kondusif.

“Harus bersyukur, Allhamdullilah pemilu berjalan lancar, transparan, adil dan jujur serta aman dan demokratis,”ungkapnya kepada wartawan di Cirebon Rabu, (15/5/2019).

Selain itu, KH Baharudin Yusuf juga menilai bawa ajakan aksi "People Power" yang digelorakan oleh pihak tertentu membuat masyarakat resah. Ajakan aksi tersebut banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah media sosial, menjelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang.

"Tentunya Aksi tersebut merupakan tindakan yang kurang tepat, dan membuat resah warga, untuk itu mari kita serahkan semua hasil tahapan pemilu kepada yang berwenang yakni KPU," ujar KH Baharudin Yusuf.

Baca juga:Rektor UMP: People Power Berbahaya Bagi Kepentingan Bangsa dan Negara

Lebih lanjut KH Baharudin Yusuf juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk tidak ikut gerakan People Power dan menjaga ketertiban serta kemanan Indonesia dalam khususnya di Cirebon.

KH Baharudin Yusuf mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Cirebon untuk menghindari konflik antar sesama anak bangsa, saling menjaga ketertiban dan kenyamanan, dan jangan terprovokasi dengan ajakan People Power. 

"Tidak usah ikut aksi People Power, mari kita syukuri hidup kita yang sudah aman dan tertib di negara Kesatuan Republik Indonesia siapapun pemenang Pilpres tentunya itu yang terbaik," tegas KH Baharudin Yusuf.

Baca juga :

Pemuda Pancasila: Warga Jangan Terpancing Gerakan Inkonstitusional

MUI Tasikmalaya Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh "People Power"

Ketua PCNU Kabupaten Bogor Tolak Aksi "People Power"

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00