• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menteri ESDM

15 May
19:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memanggil kembali Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sebagai saksi untuk dua tersangka yaitu Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir dan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

Pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap Jonan sebagai saksi terkait dua orang tersangka tersebut. Pada hari ini, Rabu (15/5/2019), Jonan rencananya diperiksa sebagai saksi untuk dua orang tersangka tersebut.

Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir merupakan tersangka dalam kasus suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1, dan  kasus suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), yang menjerat Samin tan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

"Penyidik menjadwalkan ulang dan sudah membuat surat panggilan untuk rencana pemeriksaan pada hari Senin 20 Mei 2019. Jadi Senin depan, ya. Kami harap saksi bisa datang memenuhi panggilan penyidik pada hari Senin depan tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Febri menyatakan jika Jonan tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK dikarenakan sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

"Kemarin malam, Kementerian ESDM mengirimkan surat pemberitahuan, saksi tidak bisa memenuhi panggilan penyidik, karena ada perjalanan dinas ke Eropa, Jepang dan Amerika Serikat," tambah Febri.

Seperti yang diketahui dalam pengembangan kasus PLTU Riau 1, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham yang diberikan oleh Johannes B Kotjo.

Suap tersebut diduga guna Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mendapatkan Indpendent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Untuk itu, terjadi pertemuan antara Kotjo, Eni dan Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Sedangkan dalam perkara suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), Samin Tan diduga memberikan uang senilai Rp 5 miliar kepada Eni M Saragih.

Uang tersebut diduga terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00