• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

MER-C Desak KPU Hentikan Sementara Perhitungan Suara

15 May
17:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Medical  Emergency Rescue  Commite (MER-C) mendesak agar Komisi Pemilihan Umum untuk menghentikan seluruh proses perhitungan hasil suara pemilu 2019. D

itu terkait dengan tingginya korban meninggal dunia dan sakit dari petugas KPPS. 

Pembina MER-C yang juga inisiator tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019, dokter Jose Rizal Jurnalis menyebut KPU selaku penyelenggara pemilu abai dan tidak memiliki kepekaan sehingga korban meninggal dan sakit terus berjatuhan sehingga MER-C.

"Melihat pengabaian KPU dan pemerintah, melihat korban berjatuhan dan tidak ada langkah konkret emergency, tidak ada sense of crisis, tidak ada sense of emergency, ada pembiaran jatuhnya nyawa manusia  Mengapa kita melakukan ini, karena tidak punya  sense of crisis, sense of  emergency untuk mencegah, terkesan  membiarkan jatuhnya korban menjadi tanggung jawabnya," kata Jose Rizal dalam konferensi di Gedung, Rabu (15/5/2019)

"Langkah pencegahan harus dalam suasana emergency. Hentikan dulu sementara  perhitungan suara. Fokus terhadap korban tewas dan yang sakit," desaknya. 

MER-C telah membentuk tim Mitigasi 
Kesehatan Bencana Pemilu 2019, yang beranggotakan lebih dari 50 orang dokter dengan dua tujuan yakni pertama untuk  mengetahui penyebab kematian (cause of deat) dan kedua, untuk memastikan petugas KPPS yang sakit agar cepat sembuh. 

Adapun untuk mengetahui penyebab kematian dapat diketahui dengan beberapa cara yakni melalui Verbal autopsy (VA). Cara ini dengan mewawancara atau memberikan pertanyaan kepada pihak keluarga korban. Cara ini tidak perlu izin pihak kepolisian melainkan cukup dari pihak keluarga.Cara selanjutnya adalah post mortem. Terakhir adalah visum et repertum disingkat VeR.

"Jadi otopsi verbal atau postmortem sama dengan visum et repertum. Langkah mencegah tidak bisa menunggu COD. Kita tidak bisa menunggu COD untuk mencegah korban berjatuhan," ujarnya.

"Pola penanganan korban bencana pemilu ini harusnya dalam rangka penanganan bencana atau kejadian luar biasa (KLB) artinya begitu ada info jatuh korban maka merespon adalah tim ahli yang sudah dibentuk melakukan assessment terhadap penyakit yang diderita dan investigasi causa sakit yang akurat. Hal itu dilakukan agar tercapai response time dan diagnosis serta tindakan yang akurat," tegasnya. 

MER-C akan menggugat KPU apabila masih lambat dalam menangani  kasus bencana kemanusiaan pemilu 2019.

"Apabila pemerintah dan KPU tetap abai atas kasus bencana kemanusiaan pemilu 2019, maka MER-C akan siapkan gugatan ke Mahkamah Pidana Internasional  (International Criminal Court), Makamah Internasional atau United Nation Human Right Council," ujarnya.(SGD

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00