• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tidak Perlu Panik Hadapi Monkeypox

15 May
16:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Penularan penyakit Monkeypox atau Cacar Monyet yang kini diderita pendatang di Singapura  bisa dilakukan dengan pola hidup bersih.

Profesor DR Wayan Artama dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengatakan, Monkeypox atau Cacar Monyet merupakan penyakit zoonotic yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya dan termasuk kasus yang sangat jarang, pertama kali terjadi di pedalaman Afrika Tengah dan Barat di daerah hutan tropis.

Cacar Monyet tersebut mirip dengan cacar pada manusia yang disebabkan smallpox dan lebih ringan dengan angka kematian hanya 1 hingga 10 persen. Indonesia sendiri sudah bebas dari smallpox tahun 1980.

Cacar Monyet, menurut Prof Wayan umumnya ditransformasikan ke manusia melalui berbagai satwa liar. Karena itu  masyarakat diimbau untuk tidak takut atau panik terhadap Cacar Monyet.

“Sebenarnya Monkeypox tidak perlu ditakuti sekali yang penting waspada agar tidak terjadi transformasi dari manusia ke manusia. Dibandingkan dengan penyakit yang pernah ada namanya Smallpox, kita sudah bebas tahun 1980. Orang yang sudah divaksin Smallpox terlindung dari Monkeypox karena virusnya sejenis,” jelas Prof Wayan Artama yang juga koordinator Pusat One-Health UGM di Yogyakarta, Rabu (15/5/2019) siang.

Prof. Wayan menambahkan, dengan adanya warga Nigeria yang dinyatakan positif terjangkit Cacar Monyet di Singapura, wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Singapura maupun wilayah yang menjadi pintu masuk pendatang dari negara itu harus waspada dan memasang pemindai suhu tubuh terhadap setiap orang yang datang.

Sementara itu, masyarakat bisa melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan menjauhi satwa liar atau makan daging satwa liar apalagi tidak dimasak dengan sempurna.

“Pencegahannya kita harus berlaku hidup sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, cegah kontak langsung dengan satwa liar atau hewan yang diduga sebagai pembawa, atau hindari makan daging satwa liar, cegah kontak langsung dengan satwa liar, atau makan daging yang tidak diolah dengan baik, dan hindari kontak langsung dengan material yang diduga terkontaminasi, atau kontak dengan orang yang diduga terjangkit Monkeypox,” terangnya.

Ditambahkannya, di antara gejala terjangkit Cacar Monyet adalah demam tinggi. Sedangkan penularan bisa terjadi karena kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau kulit dengan satwa liar yang terinfeksi. Infeksi dari manusia-ke-manusia bisa terjadi  karena kontak langsung dengan penderita.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00