• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presidensi Indonesia di DK PBB, Dorong Peningkatan Kapabilitas Pasukan Perdamaian hingga Bahas isu Palestina

14 May
23:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Posisi Indonesia saat ini sebagai Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB bagi periode Mei 2019, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat di tanah air.

Sebab, dengan begitu itu artinya Indonesia memiliki kebebasan dalam membahas mengenai berbagai hal yang menjadi komitmen sejak awal terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019 – 2020.

“Menabur Benih Perdamaian” menjadi tema utama yang dipilih Indonesia selama presidensinya.

Tidak hanya berbicara tentang penekanan keberadaan Pasukan Perdamaian, tapi selama presidensinya itu Indonesia turut membahas mengenai isu terkait Palestina.

7 Mei 2019, dengan dipimpin langsung oleh menteri luar negeri RI, Retno Marsudi, Indonesia menggelar “Sidang Terbuka” pertama di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. “Sidang Terbuka” itupun berhasil mengadopsi “Pernyataan Presiden”, yang menekankan pada aspek pelatihan dan peningkatan Pasukan Perdamaian.

“Pernyataan Presiden” tersebut merupakan dokumen pertama yang dihasilkan pada presidensi Indonesia di DK PBB.

Menlu Retno Marsudi mengatakan, tidak mudah untuk mendapatkan persetujuan 14 negara anggota terhadap kerangka yang disampaikan Indonesia terkait “Pernyataan Presiden”.

Indonesia sebagai negara pada peringkat ke – 8 dari 124 negara penyumbang Pasukan Perdamaian, mendapatkan apresiasi dari sekretaris jenderal PBB, Antonio Guterres, yang turut hadir pada “Sidang Terbuka” pertama.

Guterres bahkan menyebut salut akan komitmen Indonesia yang terus aktif mengirim Pasukan Perdamaian ditiap tahunnya.

Sejak terpilih menjadi anggota DK PBB periode 2019 – 2020, Indonesia turut menjadikan isu Palestina sebagai prioritas.

9 Mei pun Indonesia memenuhi komitmennya dalam jabatan sebagai Presiden DK PBB, dengan menggelar pertemuan informal “Arria Formula” yang menghadirkan langsung menteri luar negeri Palestina, Riad Al Maliki.

“Pendudukan Ilegal oleh Israel” menjadi tema utama pada pertemuan yang dihadiri oleh seluruh anggota DK PBB itu.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani, menegaskan isu mengenai Palestina akan terus diperjuangkan oleh Indonesia, untuk terus diperhatikan oleh negara-negara anggota PBB.

Banyak negara seperti Mesir yang memiliki harapan terhadap Presidensi Indonesia di DK PBB selama periode Mei 2019, yang disampaikan oleh Wakil Tetapnya, Mohamed Edrees.

Menurut Edrees, pihaknya optimis selama menjabat sebagai Presiden DK, Indonesia akan berperan aktif dalam menemukan solusi terkait berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Timur Tengah dengan isu Palestina yang saat ini menjadi sorotan.

Dalam Presidensinya di DK PBB Indonesia memandang penting untuk mendorong perhatian dan komitmen 14 negara anggota terhadap peran Pasukan Perdamaian dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Bagi Indonesia Pasukan Perdamaian merupakan salah satu “alat” penting di PBB. Selain, Pasukan Perdamaian itu sendiri dipandang sebagai “refleksi” dari komitmen suatu negara terhadap perdamaian.

Indonesia ditahun 2019 ini mengirimkan 3080 personil dengan 106 diantaranya merupakan personil perempuan di 8 wilayah konflik.

Sementara, dalam menunjukkan komitmennya terkait peningkatan kapabilitas Pasukan Perdamaian, Indonesia menawarkan Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian di Sentul sebagai “pintu masuk” pusat pelatihan internasional.

Sedangkan, 23 Mei mendatang akan diselenggarakan “Sidang Terbuka” kedua dengan tema “Perlindungan terhadap Masyarakat Sipil di Wilayah Konflik Bersenjata”. (Foto: Dok. Kemenlu) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00