• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Aksi Massa di Depan Kantor Bawaslu Bukan Jihad

14 May
20:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Desa Gesikan Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul, Beny Susanto menyebut, tidak ada unsur jihad dalam aksi di depan Kantor Bawaslu Jakarta, pada Jumat 10 Mei lalu.

Ia menilai, kegiatan sekelompok massa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) itu, justru bisa merusak puasa, karena penuh kata-kata cemooh kepada polisi saat mengamankan aksi sembari bersenandung sholawat.

"Ucapan cemooh seperti pencitraan-pencitraan, jangan pakai peci dan sorban kalau masih curang, percuma kau sholawat, minum saja pak, itu termasuk suudzon, fitnah, provokasi dan hinaan, ini justru ancaman terhadap kamtibmas" ungkap Beny lewat pesan elektronik yang diterima rri.co.id, Selasa (14/5/2019).

Untuk itu kepada peserta Pemilu 2019, tim sukses dan simpatisan, ia berharap agar mengawal hasil pesta demokrasi, jika merasa dicurangi, dan menemukan dugaan pelanggaran, tidak perlu melakukan unjuk rasa apalagi people power.

Langkah terbaik, menurut Beny, adalah dengan melakukan jihad kostitusional, yaitu melaporkan dugaan kecurangan dan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu, dan mengajukan gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Menuduh adanya kecurangan, pelanggaran, seperti terstruktur, masif, sistemik, KPU tidak netral haruslah dibuktikan dalam persidangan Bawaslu, DKPP dan MK RI, bukan opini liar," imbuhnya.

Beny juga menyampaikan apresiasi yang tinggi serta doa, bagi petugas polisi dan ratusan KPPS yang meninggal, saat menjalankan tugas mereka. Namun di satu sisi, betapa keji fitnah yang menyatakan mereka sebagai korban rekayasa dan diracun.

Ia juga melihat, momentum tanggal 22 Mei merupakan rangkaian penting sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, karena KPU akan mengumumkan hasil pemilu secara resmi sesuai penghitungan manual.

"Sehingga apapun keputusannya nanti pada 22 Mei, harus diterima dengan rasa syukur dan suka," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00