• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

MUI Tasikmalaya Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh "People Power"

14 May
18:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tasikmalaya : Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ate Musodiq meminta masyarakat menjaga kondusifitas jelang pengumuman pemenang Pemilu, 22 Mei 2019 mendatang. Ate juga meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu People Power.

Baca juga :Ratusan Warga Kabupaten Cirebon Deklarasi Tolak Ajakan People Power

"Kami menolak bentuk deligitimasi hasil Pemilu 2019," kata Ate kepada Radio Republik Indonesia RRI, Selasa (14/5/2019).

Ate mejelaskan, sebutan "people power" tidak hanya ramai saat ini. Sebelumnya tahun 1998- 1999 hal ini terjadi.

"Akhirnya hanya menimbulkan banyak kerusakan, dan hal ini tidak disukai Allah SWT," ucap Ate.

Baca juga :Pasca Pemilu 2019, Tokoh di Sumedang Menolak Cara Inkonstitusional dan People Power


Maka dari itu Ate menghimbau, masyarakat tidak perlu turut serta dalam aksi ini yang hanya akan menimbulkan kemudaratan.

"Kami MUI tidak setuju jika ada upaya penggulingan pemerintahan yang sah Lebih baik mengisi Ramadhan ini dengan kegiatan positif," ujarnya.

Senada dengan ketua MUI, Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyari berpendapat "people power" hanya menimbulkan banyak korban.

"Opini mendelegitimaai hasil pemilu menelan banyak korban. Berapa orang yang harus berurusan dengan hukum akibat hoax pemilu. Ini terjadi akibat delegitimasi yang terus diperlihara," imbuhnya

PGM sendiri lanjut Asep, tidak sependapat dengan "people power". Jika karena kekuasaan, saat ini kekuasaan itu dibatasi.

"Berbeda dengan masa lalu, dimana Presiden bisa seumur hidup. Tetapi saat ini tidak. Setelah dua periode sudah selesai. Itu pun untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00