• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Cecar Setnov Pembahasan PLTU Riau 1

14 May
18:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Usai diperiksa sebagai saksi Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir dalam perkara suap kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1, Mantan Ketua DPR dan Mantan Ketum Golkar Setya Novanto memgaku tidak permah bertemu dengan Sofyan Basir dalam sebuah pertemuan untuk membahas proyek.

"Tidak pernah, dia cuman cerita menjelaskan program-program 35 ribu MW yang sudah berhasil 27 ribu MW, terus perkembangan mengenai PLTG yaitu gas yang sudah lama tidak jalan." kata Setnov usai diperiksa dan meninggalkan gedung KPK selasa (14/5/2019).

Setnov pun mengaku tidak pernah ikut dalam proses pembahasan proyek tersebut.

"Sekaligus ini untuk tersangkanya pak Sofyan Basir, jadi diantaranya saya meluruskan bahwa tidak pernah saya untuk PLTG Riau, yang saya menanyakan adalah mengenai PTG (jadi perusaahaan listrik  mengenai tenaga gas) saya menanyakan karena udh lama ga berjalan. Jadi saya tanya itu." tambah Setnov.

Sebelumnya Setnov hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sofyan Basir dalam kasus ini. Febri menyatakan jika penyidik mendalami pengetahuan Setnov dalam proyek PLTU Riau 1.

"Penyidik mendalami peran saksi dalam kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1." kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Seperti yang diketahui dalam pengembangan kasus ini KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham yang diberikan oleh Johannes B Kotjo.

Suap tersebut diduga guna Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mendapatkan Indpendent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Untuk itu, terjadi pertemuan antara Kotjo, Eni dan Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Pada tahun 2016, Sofyan Basir menunjuk Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1. Padahal, Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Hingga Juni 2018 terdapat sejumlah pertemuan antara Sofyan Basir, Eni M Saragih, dan Johannes B Kotjo diberbagai tempat seperti hotel, restoran, kantor PLN dan rumah Sofyan.

Johannes B Kotjo diduga menyuap Eni M Saragih dan Idrus Marham sebesar Rp 4,75 milliar rupiah. Uang tersebut diduga guna perusahaan Johannes B Kotjo masuk kedalam konsorsium pengerjaan proyek pembangunan PLTU Riau 1.

KPK pun menyebut beberapa peran Sofyan basir dalam kasus ini :

1. Sofyan menunjuk perusahaan Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1;
2. Sofyan menyuruh salah satu direktur di PT PLN untuk berhubungan dengan Eni Saragih dan Kotjo;
3. Sofyan menyuruh salah satu direktur di PT PLN untuk memonitor karena ada keluhan dari Kotjo tentang lamanya penentuan proyek PLTU Riau 1;
4. Sofyan membahas bentuk dan lama kontrak antara CHEC (Huandian) dan perusahaan-perusahaan konsorsium

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00