• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Romahurmuziy Sakit lagi dan Kembali Dibantarkan

14 May
17:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mantan Ketua Umum PPP dan anggota DPR Romahurmuziy tersangka dalam kasus suap seleksi jabatan dilingkungan Kementerian Agama kembali dibantarkan ke rumah sakit RS Porli dikarenakan sakit.

"RMY tadi malam dibawa ke RS Polri dan karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran" kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Selasa (14/5/2019).

Menurut pengacara Rommy, Maqdir Ismail menyatakan jika Rommy kembali sakit seperti pada awal proses pembantaran. Ditambah terdapat masalah terhadap ginjal sehingga perlu proses pembantara ke RS Porli sejak kemarin malam.

"Iya, salah satu di antaranya yang belum selesai adalah ginjalnya. Itu yang juga menjadi masalah buat dia" kata Maqdir usai menjalani persidangan putusan praperadilan.

Menurut Maqdir salah satu alasan Rommy mencabut gugatan praperadilan yang dia ajukan juga dikarenakan faktor kesehatan.

"Salah satunya, karena kondisi kesehatan," tambah Maqdir.

Sebelumnya Romahurmuziy juga pernah dibantarakan ke RS Porli kurang lebih hampir 1 bulan dikarenakan sakit dan harus mendapatkan perawatan.

Sebelumnya hari ini pun di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diagendakan putusan terhadap praperadilan yang diajukan Rommy. Namun sebelum persidangan dimulai Rommy pun mencabut gugatannya.

Hasilnya Hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan pemohon (Rommy) seluruhnya.

Hakim menyatakan jika operasi tangkap tangan KPK sehingga penetapan tersangka yang disandang Rommy adalah sah, dan menyebut penetapan tersangka Rommy telah sesuai dengan KUHP yang tertuang dalam surat perintah penangkapan pid.00/01/03/2019.

Hakim juga menyebut dalam mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102/PUU/VIII/2016 untuk memperjelas gugurnya praperadilan. Dirinya juga menyebut penyadapan yang dilakukan KPK dalam kasus Rommy adalah sah dan tidak bertentangan dengan hukum.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00