• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Forum Sosialisasi GenBest Salahsatu Upaya Turunkan Angka Stunting di Sumedang

14 May
11:48 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sumedang : Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat informasi dan komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest) dalam rangka penurunan Prevalensi Stunting di Hotel Hanjuang Hegar Cimalaka Sumedang, Selasa (14/5/2019).

Kasubdit Infokom Kesehatan Kominfo, Marroli J. Indarto mengatakan, komunitas dan keluarga dapat menjadi penggerak kesadaran pentingnya penanganan stunting di masyarakat, kuncinya dengan memberikan sekaligus menyediakan informasi pencegahan yang mudah diakses dan dipahami masyarakat.

"GenBest merupakan inisiasi dari Ditjen Informasi dan Komumikasi Publik (IKP) Kominfo untuk mewujudkan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. GenBest ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari hari," terangnya.

Tak hanya itu, sambung Marroli, melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid menyediakan berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuhkembang anak dan sanitasi maupun kesehatan lingkungan dalam bentuk artikel, infografik dan video grafik.

"Kabupaten Sumedang merupakan satu dari 60 Kabupaten/Kota prioritas stunting, olehkarena itu, hari ini digelar sosialisasi bagi  remaja putri milenial terdiri dari sepuluh desa prioritas di Sumedang yakni, desa Cimarga, Malaka, Ungkal, Mekarsari, Cijeruk, Cilembu, Mekarbakti, Sukahayu, Margamukti dan desa Kebon kalapa," tuturnya.

Menurut Marroli, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting dari 37,2 persen pada tahun 2013 lalu, menjadi 30,8 persen pada 2018. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih tinggi sebab, terdapat tiga dari sepuluh balita stunting di Indonesia dan pemerintah tetap optimis  angka itu semakin menurun pasalnya, banyak ragam kebijakan intervensi  penanggulangan stunting.

"Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yakni, mulai dari janin hingga anak berusia 24 bulan," ucapnya.

Marroli mengatakan, Sosialisasi stunting penting dilakukan untuk mencegah munculnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030. Tahun itu, diperkirakan 68 persen penyangga ekonomi bangsa Indonesia adalah orang orang produktif yang lahir saat ini.

Pemerintah juga tidak ingin SDM nya mundur sebelum pertandingan global karena kalah kompetisi akibat stunting.

"Khusus dalam stunting, Kominfo menjadi koordinator kampanye nasional bersama kementrian kesehatan dan sepuluh institusi pemerintah lainnya, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda), sesuai dengan Inpres nomor 9 tahun 2015 tentang Pengelolaan Informasi Publik dan Kominfo di amanatkan guna mengkoordinir isu sektor menjadi narasi tunggal untuk disampaikan kepada masyarakat," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00