• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Dinas Kesehatan Temukan Bahan Kadaluarsa di Pasar Batusangkar

13 May
23:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Tanah Datar : Saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi Pasar Batusangkar, Senin (13/5/2019), Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menemukan bahan makanan kadaluarsa, selain itu juga ditemukan beberapa bumbu penyedap makanan, kosmetik, biskuit, minuman, obat-obatan, serta jamu kadaluarsa.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita, mengatakan, makanan dan minuman kadaluarsa ini di temukan pada salah satu swalayan di jalan utama Soekarno-Hatta, dan sejumlah toko rempah-rempah di Pasar Serikat C Batusangkar.

“Beberapa diantaranya langsung kita musnahkan di lokasi, seperti bumbu-masak, susu kotak, dan barang barang lainnya,” ujarnya.

Yesrita menjelaskan, pihak tim gabungan telah memberikan teguran dan peringatan bagi pemilik swalayan dan pedagang toko untuk tidak lagi menjual produk kadalurasa. Ia mengimbau seluruh masyarakat tetap jeli dalam membeli makanan termasuk penganan untuk makanan saat berbuka puasa yang mengandung zat berbahaya atau yang sudah lewat batas pemakaiannya.

"Kami tidak memberikan sanksi atas penemuan ini dan hanya diberikan peringatan saja bagi pemilik swalayan dan pedagang toko untuk memperhatikan batas kadaluarsanya," ulasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdangangan, Marwan, menuturkan, sidak ini dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan,Dinas Pangan, Polres, Jaksa, Pol-PP, Koperindag dan Dinas Pasar.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kehigenisan makanan, dan kenaikan harga bahan pokok pada bulan Ramadhan serta memantau lonjakan harga persiapan kita menghadapi lebaran," sebutnya.

Menurut Marwan, pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdangangan, juga akan melakukan peninjauan pasar di nagari-nagari untuk memastikan harga bahan pokok stabil di daerah itu selama Ramadhan. pihaknya akan menindak jika ditemukan pedagang nakal yang menahan stok barang hingga membuat harga barang naik. 

"Hal itu dilakukan untuk menekan kenaikan harga pangan dan menjaga stabilitas harga serta kesehatan masarakat saat di bulan Ramadhan," ungkapnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00