• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Gulai Paluik, Makanan 'Jadul' yang Menggugah Selera

13 May
12:22 2019
1 Votes (5)

KBRN, Padang : Wangi beragam minuman dan masakan menyengat hidung, ketika matahari mulai meredup di halaman Pasar Raya Padang, (Senin 13/05/2019). Ratusan orang silih berganti berburu makanan untuk berbuka puasa, di Pasar Pabukoan Pasar Raya Padang, tepatnya di depan Blok III. 

Dari puluhan menu yang dipajang, ada satu yang terlihat unik, menarik, dan tidak dijual ditempat lainnya. Penganan itu akrab disebut gulai paluik oleh masyarakat Minangkabau. Makanan berbahan ikan yang satu ini, khas dari Kotabukittinggi, namun bisa dijumpai di daerah lain di Sumatera Barat.

"Gulai paluik terdiri dari ikan tenggiri yang disuir-suir, dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu-bumbu khususSerta diberi daun singkong, mirip pepes. Kemudian di balut menggunakan daun keladi, dan masih harus dibungkus lagi menggunakan daun pisang," ungkap Yuni, pedagang gulai paluik di Pasar Raya Padang.

Yuni menjelaskan, setelah dibungkus dengan daun pisang kemudian direbus hingga empuk, terakhir dimasak dengan santan dan bumbu seperti gulai. Namun, daun pisang dibuang sebelum dimasukan ke dalam kuah santanHarga makanan ini dibanderol cukup murah, hanya Rp 10 ribu per porsi.

“Prosesnya cukup panjang, tapi hasilnya pasti enak. Rasanya gurih,” kata Yuni.

Menurut Yuni, gulai paluik merupakan makanan masyarakat dahulu. Saat ini sangat sulit untuk menemukannya, dan hanya dijual selama bulan Ramadan saja. Dalam sehari ia bisa menghabiskan satu tenong gulai paluik, atau sekitar 50 bungkus. Kebanyakan, peminat makanan ini merupakan orang tua yang rindu akan makanan masa kecilnya. Akibatnya makanan ini cukup asing bagi generasi muda, sehingga tidak jarang pembeli heran ketika mendengar nama gulai paluik.

“Anak muda tidak tahu lagi ini makanan apa, kebanyakan orang tua yang membeli, karena makanan jadul,” ucapnya. (Melati Oktawina)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00