• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Bermula dari Hobi, Sepatu Rajut Alin Kian Digemari

12 May
23:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya: Tas rajut sudah banyak dibuat, dijual dan dipasarkan di Kota Palangka Raya. Namun untuk sepatu rajut, nampaknya belum banyak yang membuat bahkan menjualnya. 

Bermula dari keinginan untuk memiliki tas rajut dan sepatu rajut bagi dirinya sendiri, Alin kemudian mencoba belajar membuat tas dan sepatu rajut dari YouTube. 

Setelah berhasil membuat untuk dirinya sendiri, Alin kemudian mencoba menawarkan hasil karyanya ke orang lain. Beberapa orang tertarik membeli sepatu rajut buatannya. 

“Akhirnya saya pesan sedikit-sedikit bahannya, beli bahannya daerah Palangka Raya aja awalnya. Habis itu kok bahannya kurang lengkap, cari-cari di internet ada yang jual. Akhirnya berlanjut sampai sekarang,” kisahnya pada Minggu (12/5/2019). 

Alin mengaku sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan membuat sepatu rajut dan harus memesan ke Pulau Jawa. Terkadang pengiriman bahan terlambat, jadi ia harus menyediakan stok agar pekerjaannya terus berlanjut. 

Alin yang merupakan ibu dari tiga anak ini mengaku bisa membuat sepatu rajut satu sampai dua pasang dalam sehari. Dalam sebulan minimal ia dapat membuat 30 sepatu rajut. 

Pekerjaan merajut sepatu kadang ia lakukan sambil menunggu anaknya di sekolah. Pemasaran hasil karyanya ini ia lakukan melalui media sosial seperti facebook dan juga dengan mengikuti forum, bazar dan pameran. 

Pengrajin sepatu rajut ini mengaku pelanggannya kini tidak hanya dari Kota Palangka Raya. Peminat sepatu rajut buatannya juga ada dari Lamandau dan Sampit Kotawaringin Timur. 

Alin mengaku kadang merasa kewalahan apabila banyak pemesan dalam waktu bersamaan karena ia harus mengerjakan semuanya sendirian. Ia berharap ke depan ada orang-orang yang berminat bergabung menekuni kerajinan sepatu rajut. 

“Mudah-mudahan banyak yang bergabung, supaya ada  tambahan tenaga kerja sama-sama membuat. Biar berkembang rajut ini. Biar booming. Rame,” ujarnya. 

Menurutnya, modal utama untuk menekuni kerajinan sepatu rajut ini adalah minat. Minat untuk belajar dan mau berkembang. Sebab menurutnya membuat sepatu rajut lebih rumit daripada membuat tas rajut. 

Berkat hobi membuat kerajinan rajut, Alin kini dapat menghasilkan uang untuk tambahan biaya hidup. Dengan usahanya, Alin dapat membantu menopang suaminya yang bekerja sebagai sopir. 

Untuk model dan warna sepatu rajut buatannya, Alin mengaku belajar sendiri dengan melihat contoh gambar atau foto. Sepatu rajut wanita yang ia buat dijual dengan harga 120-150 ribu rupiah per pasang. Sementara untuk sepatu rajut anak ia jual dengan harga 100 ribu rupiah. Bahkan Alin juga membuat sepatu rajut untuk balita perempuan. Dengan model lucu dan imut, Alin menjual sepatu rajut untuk balita dengan harga 70-80 ribu rupiah per pasang. 

Dengan harga yang cukup terjangkau, sepatu rajut buatan Alin terbilang kuat dan tahan lama. Alin berharap sepatu rajut buatannya digemari oleh semakin banyak orang dari berbagai tempat. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00