• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Masyarakat Kota Sorong Manfaatkan Magot Sebagai Alternatif Pakan Ikan

11 May
14:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sorong: Kemenristek Dikti dan Pendidikan Tinggi bersama Balai Riset Budidaya Ikan Hias Kementrian Kelautan dan Perikanan, berhasil membuat inovasi pakan ikan berbasis magot dari sampah organic.

Kepala Balai Riset Budidaya Ikan Hias Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, DR.Idil Ardi, menyatakan, magot merupakan salah satu agen biokonversi sampah organik, yang dapat merombah nutrisi yang tersimpan dalam sampah organik tersebut, menjadi nutrisi baru yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak lainnya

“jadi magot ini, bisa kita manfatkan sebagai salah satu solusi untuk pertanian juga pakanan iakan dan ternak, karena lebih murah dan mudah” ujar Idil, di Sorong, Sabtu (11/5/2019). 

Kehadiran magot, diharapkan, menjadi pakan ikan alternative yang dapat diproduksi oleh masyarakat, melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada disekitar seperti limbah atau sampah organic.

“jadi masyarakat di kota sorong bisa manfatkan sampah untuk pembuatan magot, sebab membutuhkan waktu hanya 10 sampai 15 hari pemeliharaan baru dipanen” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong, Julian Kelly Kambu, menyambut baik, inovasi yang ditemukan oleh kemenristek dikti dan Balai riset budidaya ikan hias, sebab dengan pemanfaatan sampah maka ikut memberdayaakan masyarakat kota sorong untuk ikut menjaga kebersihan

“kota sorong ini mendapat predikat kota sedang terkotor di Indonesia, maka melalui magot ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga kebersiahan dari sampah” pungkas kelly.

Kelly kambu, berharap, agar dengan magot ini, peningkatan produksi ikan dan ternak lainnya di kota sorong lebih meningkat, sebab kota sorong masih menjadi pendistribusi ikan terbesar untuk wilayah kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat

“kita menginginkan, adanya kemajuan pada sector perikanan, sebab kota sorong masih menjadi daerah dengan pengiriman ikan terbesar di papua barat, selain itu masyarakat juga bisa budidaya ikan lebih mandiri,” kata kelly.

Dengan produksi magot, dapat membuka lapangan pekerjaan baru, yaitu produksi nutrisi yang ramah lingkungan, dan biaya investasi rendah, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, juga magot dapat dijadikan sebagai pupuk organic yang sangat baik untuk tanaman.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00