• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

PGN Polisikan Oknum Pengacara di Bali

11 May
08:47 2019
1 Votes (5)

KBRN, Denpasar : Oknum pengacara bernama Muhammad Husein dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali. Pelaporan dilakukan Panglima komando wilayah (Pangkowil) organisasi kemasyarakatan (Ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali, Gus Yadi. 

Pengacara yang pernah terlibat kasus narkoba itu dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal  27 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Gus Yadi mengaku, dirinya dan Haji Daniar selaku Sekwilko Bali telah dihina secara pribadi dan organisasi oleh oknum pengacara tersebut. Ia menjelaskan, dalam akun media sosial Facebook (FB) bernama Mohammad Husein terdapat foto berlatar belakang nama organisasi dan wajah Gus Yadi bersama Daniar. 

“Kasar kali kata-kata orang ini dalam akunnya. Mengenai pernyataan ini  kami sudah klarifikasi ke nama organisasi yang disebut oleh pemilik akun tersebut. Kami pun telah melaporkan oknum bernama husein ini ke Mapolda Bali,” ungkapnya kepada wartawan di Denpasar, Jumat (10/5/2019). 

Setelah mengetahui adanya hal ini, pihaknya langsung melapor ke Mapolda Bali. Melalui Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PGN, pemilik akun dilaporkan ke SPKT Polda Bali dengan TTSD Nomor: Dumas/06/V/2019/SPKT tertanggal 5 Mei 2019. 

“Dia terpaksa dilaporkan agar tidak terjadi hal serupa yang menimpa PGN atau pribadi dan ormas lain yang ada di Bali,” bebernya. 

Ketua Tim dari Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PGN, Haryo Bagus Sujatmiko pada kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya menempuh upaya pro justisia demi mengembalikan martabat serta marwah para pimpinan wilayah organisasi PGN Bali. 

“Mengingat dalam postingan di akun medsos ini terlapor juga menampilkan foto yang dilatarbelakangi bendera organisasi PGN. Bahwa dimohon untuk semua anggota dan seluruh kader PGN pada khususnya di wilayah komando Bali, serta masyarakat umum, untuk tetap tenang dan kondusif, mengingat upaya pro justisia sedang kita tempuh,” terangnya.

Berdasarkan analisa dan pengamatan strategis yang diakukan, kejadian ini dapat diindikasikan sebagai upaya agitasi untuk mengadu domba antar sesama ormas di Bali yang memperjuangkan 4 pilar kebangsaan dalam bingkai NKRI, berkaitan dengan momentum pada tanggal 22 Mei 2019. 

"Menyikapi hal-hal tersebut, disamping upaya pro justisia, kami juga telah melakukan pertemuan dengan Sekjen Laskar Bali Bapak I Ketut Putra Ismaya, demi untuk menjaga kondusifitas dan juga mengeliminir hal hal yang bersifat kontraproduktif bagi perjuangan ormas, yang memiliki platform sama yaitu 4 pilar kebangsaan dalam bingkai NKRI. Dalam kesempatan ini kami meminta agar marilah hidup dalam damai sukacita,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja membenarkan kepolisian telah menerima aduan masyarakat yang dimaksud. Pelaporan tersebut dikatakan Hengky telah ditangani Subdit V Ditreskrimsus Polda Bali. 

“Ya benar ada aduan itu. Dumas baru turun meja penyidik dan sementara di pelajapri. Nantinya, pelapor dipanggil lagi dan dimintai keterangan beserta bukti agar maikan aduan ini jadi LP. Setelah itu baru dipanggil di terlapor untuk dimintai keterangan,” beber Kombes Pol Hengky.

Oknum pengacara sekaligus terlapor, Muhammad Husein ketika dikonfirmasi mengaku kaget ketika mendapatkan kabar dari wartawan. Melalui sambungan telepon, pria yang mengaku tengah buka puasa bersama di Masjid KH Ahmad Dahlan, Jalan Pulau Batanta ini menyebut dirinya sempat mendapatkan isu bahwa akun FB miliknya menyebarkan informasi hoax. 

“Terima kasih atas konfirmasinya. Ya saya sampai sekarang bingung dengan FB itu. Ini berawal dari handphone saya yang rusak. Lalu diduga ada yang hack FB saya. Saya juga berencana melapor ke polisi terkait akun FB di hack. Terus terang saya tidak tahu apa-apa. Saya sendiri bingung loh,” timpalnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00