• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Hutan Adat di Kutai Barat Jadi Objek Wisata

9 May
15:19 2019
4 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berhasil menyulap Hutan Adat Hemaq Beniung, menjadi sebuah Objek Wisata Air yang kini sangat ramai dikunjungi Masyarakat setiap hari.

Kepala Kampung Juaq Asa, Adrianus kepada RRI Sendawar, Kamis (9/5/2019), mengaku, melalui objek wisata yang dibangun dengan Dana Desa (DD) sejak tahun 2017 dan baru diresmikan oleh Bupati Kubar FX. Yapan pada tanggal 25 Maret 2019 itu, mampu menambah Pendapatan Asli Kampung yang signifikan, hingga berdampak pada perekonomi Warga yang ikut diberdayakan, dengan  membangun dan mengisi fasilitas penunjang didalam obejek wisata tersebut.

Ia menegaskan langkah pengembangan objek Wisata Air itu dilakukan sejalan dengan Amanah Presiden Joko Widodo saat penyerahan SK Pengakuan Hutan Adat Hemaq Beniung oleh KemenLHK di Istana Negara, tahun 2017 lalu.

“Saya sebagai Kepala Kampung mengucapkan terimakasih kepada warga Kampung Juaq Asa yang sejak dulu bersusah payah memelihara, sehingga kami generasi muda tinggal mengembangkan, mengelola, bagaimana supaya itu berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Sesuai amanah Pak Jokowi saat penyerahan SK. Tolong Hutan Adatnya dikembangkan, dikelola sehingga berdapak kepada kesejahteraan warga, jangan sampai setelah saya serahkan ini, kalian simpan terus tidak ada pengelolaan. Itu pesan Pak Presiden,”ungkapnya.

Adrianus menambahkan, kurun waktu 5 minggu, setelah Persemian sejak tanggal 25 Maret hingga 30 April 2019, tercatat total pemasukan Kotor dari objek wisata tersebut mencapai Rp47.213.600. Dengan penghasilan bersih diangka Rp30.604.520, setelah dikurangi biaya pengeluaran, Honor UPT, Pembelian ATK, Oprasional Wisata Air dan lain-lain sebesar Rp16.609.080.

Penghasilan bersih dari objek Wisata Hemaq Beniung sebesar Rp30.604.520, lanjutnya, terbagi dua, mengingat objek Wisata itu berdiri diatas lahan milik warga Kampung Juaq Asa.

“Jadi Pemiliknya itu, ada tujuh orang, nah pola pembagiannya, 30 persen untuk pemilik lahan. Kemudian 70 persen-nya untuk Kampung, dengan rincian 30 persen untuk Pendapatan Asli Kampung, 20 persen untuk Pembangunan Usaha, 10 persen Dana Sosial dan 10 persen Dana Pendidikan,”lanjut Adrianus

Untuk diketahui, Pemerintah Kapung Juaq Asa telah menetapkan tarif masuk ke-dalam objek wisata Hemaq Beniung sebesar Rp2000. Dan biaya parkir, untuk Bus Rp15.000, Mini Bus/Truck Rp10.000, Roda 4 Rp 5.000 dan Roda 2 Rp 2.000.

Dengan Fasilitas didalamnya, seperti Rumah Makan, Lapak Pedagang, Perahu Karet, Ban Pelampung, Hammock, Seraung, Tikar Jaliq, Perahu Kayu, Gazebo, Pelampung Badan Anak, dan Camping, yang sebagian besar milik Warga setempat. Disewakan mulai harga Rp5000 sampai Rp500.000, Per-Jam, Per-Hari hingga Per-Bulan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00