• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pasca-Pemilu, Okupansi Villa di Bali Mulai Meningkat

7 May
13:32 2019
1 Votes (5)

KBRN, Seminyak : Tingkat hunian villa di Bali mulai menunjukkan peningkatan. Tren positif itu terlihat sejak pertengahan April 2019. 

Sekretaris Bali Villa Association (BVA), Agus Made Yoga Iswara kepada wartawan mengakui, okupansi di tiga bulan pertama tahun 2019 sangat rendah. Namun ketika memasuki bulan April, khususnya pasca pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres), tingkat hunian mulai merangkak naik. 

"Jadi sebenarnya perubahan ini kita lihat drastis sekali lebih positif responnya itu semenjak bulan April. Jadi tiga bulan akhir yang kemarin itu memang Januari, Februari, Maret kita memang agak slow. Bahkan setelah pemilihan kemarin, ini lebih kencang untuk tingkat hunian," ungkapnya di Seminyak, Selasa (7/5/2019). 

"Sebenarnya memang ada dua faktor, yang pertama itu memang low season, tetapi seharusnya tidak sepanjang ini low seasonnya. Jadi pikiran kami mungkin ada pengaruhnya," lanjutnya. 

Pihaknya memprediksi, peningkatan itu dipengaruhi konstelasi perpolitikan yang cenderung landai sepanjang tahapan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019. Ia berharap semua pihak dapat menjaga iklim damai hingga penetapan pasangan presiden-wakil presiden terpilih oleh komisi pemilihan umum (KPU). 

"Memberikan sentimen positif. Mereka mungkin ada yang menunggu kondisinya bagaimana, dan akhirnya dilihat secara fakta berjalan dengan baik, dan ini memberikan dampak positif yang bagus. Jadi kita berharap, hal ini memberikan dampak yang lebih baik buat kita. Karena tiga bulan kita, triwulan yang pertama agak low kita," katanya. 

Agus Made Yoga Iswara menyatakan, tingkat hunian di Bulan Mei ini mencapai 70%. Sedangkan untuk dua bulan kedepan, ia memperkirakan okupansi bisa menembus angka 80%. Secara proporsi, wisatawan mancanegara masih mendominasi tingkat hunian villa di Pulau Dewata. 

"Cukup signifikan, karena kemarin Januari, Februari, Maret ini sangat-sangat low sekali. Kita bahkan agak pesimis dengan okupansi yang ada. Biasanya kalaupun adanya low, biasanya cuma di Februari saja. Februari low, sebenarnya Maret itu seharusnya sudah mulai pick-up. Kemarin Maret kita tidak pick-up," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00