• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Pendirian Pabrik Semen di Kutim dipastikan Tak Ganggu Cagar Budaya Karst Sangkulirang-Mangkalihat

7 May
10:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kutai Timur : Meski menuai pro-kontra di masyarakat pendirian pabrik semen di Kabupaten Kutai Timur, dipastikan tetap berlanjut.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 67 tahun 2012 yang menyatakan seluruh kawasan sekerat masuk dalam KBAK atau Kawasan Bentang Alam Karst agar menjadi Areal Penggunaan Lain yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan usaha.

Terkait penolakan warga terhadap keberadaan pabrik semen karena dianggap merusak lingkungan Kasmidi Bulang memastikan aktivitas eksploitasi karst berada di kaki gunung tepi Pantai Sekerat dan tidak masuk dalam Kawasan Cagar Budaya Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Kasmidi Bulang, yang merupakan lulusan sarjana teknik tambang, mengajak masyarakat untuk melihat keberadaan pabrik semen di dua Kabupaten di Sulawesi Selatan justru membawa manfaat bagi masyakat setempat dan tanpa merusak lingkungan.

“Coba kita lihat di daerah Maros ada pabrik semen yang dibangun yang justru menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan karena berhasil meningkatkan ekonomi warga. Bahkan berkembangn jadi daerah wisata dan sumber air disana juga tidak rusak,” ungkap Kasmidi kepada RRI, Selasa (7/5/2019).

Dari total 8.000 hektar luasan Kawasan Bentang Alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat, terdapat sekitar 1.071 hektar lahan yang merupakan kawasan Areal Penggunaan Lain.

Menurut Kasmidi Bulang, kehadiran pabrik semen akan membuka banyak lapangan pekerjaan sekaligus memajukan daerah di sekitar pabrik semen.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00