• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lebaran Bersama RRI

Konten Liputan dan Berita RRI Harus Berbeda

1 May
21:37 2019
1 Votes (5)

KBRN, Yogtakarta : Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Soleman Yusuf, menyebutkan di era konvergensi media saat ini, konten berita dan siaran liputan RRI harus benar-benar unik dan menarik. Hal itu disampaikan Soleman Yusuf, ketika berbicara dalam acara Workshop Pengembangan Program Liputan, Siaran Lebaran dan Haji 2019 yang digelar di Cavinton Hotel Yogyakarta, Rabu (1/5/2019) sore.

Menurut Soleman Yusuf, jika liputan dan siaran RRI tak berbeda dan tidak menilai yang unik maka produk berita dan siaran RRI akan ditinggalkan publik.

“Tapi kekuatan kita nanti, saat pelaporan arus mudik – arus balik, yang membedakan laporan-laporan kita dengan laporan (media) lain adalah bagaimana kita bisa menggambarkan realita dengan membangun suasana di lapangan,” ujarnya.

Sebagai pionir dalam peliputan arus mudik dan juga arus balik, RRI harus mulai mengikuti perkembangan zaman, khususnya lewat derasnya arus informasi saat ini. Terlebih lagi keberadaan internet dan media sosial pada gadget atau gawai yang semakin memudahkan publik mencari informasi lalu lintas saat ini.

“Yang berat sekarang, kalau soal menyampaikan informasi tentang berapa kilometer jarak antara Jakarta – Kandanghaur lewat tol Cikampek, kita bisa saja buka google atau waze. Nanti di sana sudah ada informasi, pom bensin di kilometer berapa, dan sebagainya. Sebab itu, kita harus punya liputan yang unik dan menarik,” tuturnya di hadapan peserta workshop.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin menyatakan workshop yang digelar hingga Sabtu (4/5/2019) besok bertujuan untuk memberi arah peliputan yang jelas bagi RRI di pusat maupun daerah. Khususnya terkait informasi yang dibutuhkan masyarakat saat bulan Ramadhan, Lebaran dan juga nantinya di musim haji.

“Tentu saja arah atau warna itu harus memiliki value jurnalistik yang tinggi, memiliki value ke-Indonesia-an yang bagus dan what are you need? Atau apa yang dibutuhkan oleh publik,” ungkapnya.     

Rohanudin juga menegaskan, RRI sebagai salah satu media mainstream dan tertua di Indonesia juga harus menjadi yang terdepan dalam menangkal atau memerangi informasi palsu atau hoax. Termasuk hoax yang beredar di bulan suci Ramadhan atau ketika musim haji tiba.

“Di zaman seperti ini untuk melawan hoax, media mainstream yang harus membangun trust yang baik dengan publik, baik itu radio, media cetak atau media-media yang lain.

Dengan 80 stasiun yang tersebar di seluruh Nusantara dan juga Siaran Luar Negeri (SLN), RRI berkomitmen untuk memberikan informasi yang baik dan akurat kepada masyarakat dalam peliputan Ramadhan, momentum Lebaran dan juga ibadah haji.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00