• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Azzanti Koleksi Jerapah Baru Taman Safari Prigen

30 April
19:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pasuruan : Koleksi Satwa Taman Safari Prigen bertambah. Seekor bayi jerapah berjenis kelamin betina telah lahir secara normal dan resmi menjadi anggota keluarga baru Taman Safari terbesar dan terluas di Asia ini.

Bayi jerapah tersebut lantas diberi nama Azzanti. Area General Manager Taman Safari Prigen dan Baobab Safari Resort, Diaz Yonadie mengatakan, Azzanti lahir pada Minggu (6/1) lalu pukul 18.56 WIB. Ini merupakan kelahiran anak jerapah ke-7 di Taman Safari Prigen.

Azzanti lahir dari indukan bernama Azhari berusia 8 tahun dan pejantan bernama Khadafi, 15 tahun. Azzanti menjadi kelahiran pertama dari indukan Azhari.

"Proses kelahirannya berlangsung cukup lama sekitar 4 jam, sedangkan normalnya hanya sekitar 2 jam. Hal ini mungkin disebabkan sang induk baru melahirkan anak pertama,” kata M. Amri, Keeper (perawat) jerapah di Taman Safari Prigen, Selasa (30/4/2019).

Untuk sementara ini, anak jerapah setinggi 1,5 meter tersebut masih berada di kandang karantina dan dalam pengawasan keeper beserta tim medis. Dengan begitu, proses perkembangannya dapat terus dipantau dengan baik.

"Kami senang dengan kelahiran bayi jerapah ini. Sehingga menambah koleksi satwa jerapah di Taman Safari Prigen menjadi 9 ekor," ujar Kurator Taman Safari Prigen, drh. Ivan Chandra.

Hadirnya Azzanti menjadi salah satu bukti keberhasilan pengembangbiakkan (breeding) di Taman Safari Prigen. Apalagi untuk jerapah yang sudah termasuk ke dalam zona merah, yang artinya terancam punah. Bahkan, secara global populasi jerapah mengalami penurunan secara signifikan.

Sebagai lembaga yang memfokuskan diri dalam konservasi satwa, tentu kabar kelahiran Azzanti ini sangat membahagiakan. Namun, Taman Safari Prigen tak berpuas diri. Keberhasilan ini justru akan menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan kegiatan breeding dari berbagai jenis satwa yang terancam punah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00