• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kejari Banjarmasin Akui Terima SPDP Kasus Alkes di RSUD Ulin

30 April
12:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarmasin : Ternyata kabar burung soal sudah ditetapkannya tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSU Ulin Banjarmasin tahun 2015 tidak isapan jempol.

Terbukti Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut sudah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin. Dan kini berkasnya masih diteliti pihak kejaksaan.

Seperti diakui Kajari Banjarmasin Taufik Satia Diputra SH usai melantik pejabat baru Kasi Pidsus Kejari.

"Iya kita memang sudah menerima SPDP kasus dugaan korupsi pengadaan alkes tahun 2015 RSU Ulin Banjarmasin," ujar Taufik Satia SH di Banjarmasin, Selasa (30/4/2019).

Taufik mengaku hanya satu berkas saja yang mereka terima yakni PPTK inisiak M, sementara untuk kabar adanya dua tersangka lainya orang nomor satu di Kajari Banjarmasin itu mengaku tidak tahu.

Alasannya yang menentukan tersangka adalah penyidik, sementara kejaksaan hanya menerima berkasnya saja, kecuali nanti lanjut dia, bisa saja penyidik menetapkan tersangka baru lainnya setelah diketahui perbuatan yang dilakukan bersama-sama.

"Kalau ini baru satu kok, kita menerima berkasnya sekitar satu bulan yang lalu," ucapnya.

Kasus pengadaan alkes di RSU Ulin Banjarmasin tahun 2015 dilaporkan oleh para LSM khusus Forpeban Kalsel ke kejaksaan karena diduga sarat korupsi.

Pengadaan alkes senilai Rp2,3 miliar diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga ada kerugian negara pada pengadaan tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00