• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Cegah Banjir, BPBD Babel Tanam 8 Ribu Bibit Pohon

30 April
08:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pangkalpinang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penanaman 8.000 bibit pohon, guna meminimalisir terjadinya bencana banjir.

Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan memiliki potensi terjadinya bencana, selain banjir, juga angin puting beliung.

Banjir yang terjadi di beberapa titik rawan diantaranya di Pangkalpinang, Desa Kayu Besi Kabupaten Bangka dan Belinyu, dipicu akibat berkurangnya daerah resapan air dan ketersediaan hutan yang gundul dampak dari aktivitas pertambangan.

Untuk itu, pihaknya berupaya agar banjir dapat dicegah dengan melakukan penghijauan, dimana 8.000 bibit pohon dengan berbagai jenis tanaman disebar ke sejumlah daerah di Pulau Bangka, terutama daerah rawan banjir tersebut.

“Kita ingin memotivasi masyarakat dan pemerintah daerah juga bisa memberikan kebijakan agar dapat menjaga lingkungan dari aktivitas perambahan, sedangkan bibit pohon yang sudah kita bagikan ini, kita titip dan inginkan masyarakat dapat ikut menjaga, karena kebiasaan di kita ini, bisa menanam tapi tidak dapat merawat,” kata Mikron, Selasa (30/4/2019).

Menurut Mikron, pihaknya pun melakukan konfoi ke sejumlah lokasi sembari membagikan bibit pohon dan melakukan penanaman secara simbolis, untuk dilanjutkan masyarakat masing – masing, dimana sektar 225 bibit pohon setiap desa.

Dirinya berharap selain mempersiapkan sekitar 500 personil relawan bencana, melalui upaya penanaman pohon, dapat mencegah terjadinya bencana banjir dan potensi bencana alam lainnya di Kabupaten Bangka.

"Masyarakat juga kami mohon agar terketuk hatinya, untuk menjaga kelestarian hutan, jangan sampai banjir terus terjadi, ini dibeberapa daerah seperti Pangkalpinang, baru hujan sebentar sudah banjir, ayoo kami ajak semua untuk menjaga alam kita," jelas Mikron.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00