• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mahasiswa Kritisi Kondisi Kota Malang Lewat Karya Seni

29 April
14:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kota Malang kini tak lagi dingin seiring terkikisnya ruang terbuka hijau. Infrastruktur yang kurang memadai juga membuat kemacetan kerap terjadi di kota pendidikan. Keresahan atas kondisi Kota Malang inilah yang menginspirasi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang membuat karya seni berupa lukisan, grafis, dan patung mulai dari aliran naturalis, realis, kolase, dan abstrak.

Sebanyak 42 karya seni mahasiswa angkatan 2017 ini berjejer rapi di galeri seni Dewan Kesenian Malang pada 27 April hingga 1 Mei 2019. Karya seni tersebut tampak menggambarkan wajah Kota Malang saat ini. Mulai dari kemacetan, kepadatan penduduk, lingkungan, hingga kebudayaan. Untuk itu, pameran tersebut diberi nama 'Wajah'. 

"Kami mencoba menyuarakan keresahan mahasiswa ketika berada di Kota Malang, budaya lokal yang semakin terkikis akibat perkembangan zaman, Malang semakin macet, kota ini sudah tidak dingin lagi," kata salah seorang panitia pameran, Africo Aprianto, Senin (29/4/2019).

Pameran ini diharapkan dapat mengajak warga Kota Malang membuka mata tentang apa yang saat ini terjadi di tempat tinggal mereka. "Pesan dari kami, semoga Malang menjadi kota yang seperti dulu lagi, damai, kental dengan budaya lokal, serta menjadi kota yang dingin," ungkapnya.

Dalam pemeran ini, Africo sendiri menampilkan patung karyanya. Patung berbentuk seorang laki-laki berpakaian tradisional Jawa sedang duduk. Namun di bagian wajah, ia menggunakan topeng salah satu tokoh super hero luar negeri. Melalui kriya berjudl 'Gengsi' ini, ia ingin menggambarkan bahwa saat ini banyak pemuda yang lupa terhadap budaya lokal. 

"Sekarang banyak pemuda yang hampir lupa akan budaya lokal. Contohnya anak kecil yang justru lebih mengenal tokoh super hero luar  negeri daripada superhero lokal seperti Panji Asmoro Bangun," tutur Rico.

Salah seorang pengunjung pameran, Tefara Talia Riski menilai jika hasil karya mahasiswa dalam pameran kali ini bagus dan kreatif. Bahkan mahasiswi asal Jakarta ini mengaku terinspirasi dengan karya-karya tersebut. "Saya suka lukisannya, teknik melukisany bagusa dan rapi. Karyanya juga menggambarkan kondisi Malang saat ini," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00